Jalur Gaza, NPC – Organisasi Aksi Medis Internasional “Dokter Tanpa Batas” (Médecins Sans Frontières/MSF) memperingatkan bahwa Gaza berada di ambang kehancuran, meski gencatan senjata telah berlaku sejak 10 Oktober. Minimnya bantuan yang masuk, serangan sporadis Israel, dan lumpuhnya fasilitas kesehatan membuat kondisi warga sipil semakin memburuk.
Koordinator Darurat MSF di Gaza, Frantz Loef mengatakan bahwa jumlah bantuan kemanusiaan yang tiba “jauh di bawah standar minimum” untuk mendukung kehidupan jutaan penduduk. Ia menegaskan bahwa jika kondisi ini terus berlanjut, warga Gaza akan kembali berhadapan dengan musim dingin yang ekstrem tanpa perlindungan dasar seperti tenda dan perlengkapan pemanas.
Loef mengungkapkan bahwa arus bantuan hampir berhenti total sejak gencatan senjata diumumkan. Keterbatasan bahan bakar, obat, dan logistik menyebabkan operasi kemanusiaan macet di seluruh wilayah.
Meski secara resmi tidak ada pertempuran, Loef menyoroti adanya korban sipil akibat pelanggaran berulang oleh militer Israel, terutama di sekitar zona yang disebut Israel sebagai “garis kuning” di Khan Younis, bagian selatan Gaza.
“Dua hari lalu, tembakan dari helikopter mengenai area dekat klinik kami di Al-Mawasi. Kami bahkan tidak mengetahui targetnya. Yang jelas, insiden semacam ini kerap terjadi di sekitar garis itu dan kadang di luar batasnya, ” terangnya seperti dilansir Rt Arabic, Sabtu (22/11/2025).
MSF menegaskan tidak ada satu pun fasilitas kesehatan yang berfungsi sepenuhnya di Gaza. Banyak rumah sakit rusak, kekurangan staf, atau tidak mampu beroperasi akibat tidak adanya listrik dan obat-obatan.
“Untuk menjaga fasilitas yang tersisa agar tetap hidup, dibutuhkan dukungan besar bantuan medis dan kemanusiaan. Warga Gaza semakin marah karena tenda-tenda darurat tidak kunjung masuk, padahal ribuan keluarga masih tinggal di ruang terbuka atau bangunan yang rusak. Gencatan senjata membuat orang berharap, tapi kenyataannya mereka tetap tanpa perlindungan dari hujan dan dingin,” ujarnya.
MSF menyerukan dunia internasional untuk menekan Israel membuka jalur distribusi bantuan, termasuk obat-obatan, peralatan medis, bahan bakar, dan tenda. Organisasi itu memperingatkan bahwa tanpa tekanan internasional yang efektif, gencatan senjata hanya akan menjadi jeda kosmetik, sementara penderitaan warga Gaza terus berlanjut.
(T.RS/S:RtArabic)