Jalur Gaza, NPC – Video yang memperlihatkan prajurit Israel bertopeng menyerukan pemberontakan terhadap Kepala Staf Angkatan Darat Israel dan Menteri Pertahanan Israel menggemparkan Israel.
Dalam video yang diposting di aplikasi Telegram, Minggu (26/05/2024), memperlihatkan seorang prajurit bertopeng menyerukan pemberontakan terhadap Kepala Staf Herzi Halevy dan Menteri Pertahanan Yoav Galant, di mana hal ini memunculkan pertanyaan di media sosial tentang kedisiplinan dalam Angkatan Darat Israel dan sejauh mana perbedaan politik mempengaruhi institusi militer.
Tangkap layar video yang dimaksudkan untuk menunjukkan pasukan cadangan IDF di Gaza yang mengancam akan melakukan pemberontakan yang dipublikasikan pada 24 Mei 2024. (Sumber: Times of Israel)
“Kami hanya akan mendengarkan Perdana Menteri. Benjamin Netanyahu, video ini untuk Anda. Kami, para cadangan, tidak berniat menyerahkan kunci kepada otoritas Palestina atau entitas Arab mana pun,” ujar prajurit bertopeng di video tersebut.
Dia juga menyampaikan pesan pedas kepada Menteri Pertahanan Yoav Galant: “Kamu tidak bisa menang dalam perang ini, mundurlah… Kamu tidak bisa memimpin perang dan memenangkan hati kami. Saya beri tahu kamu, Tuan Galant – jika kita tidak mencapai kemenangan, seratus ribu prajurit cadangan akan tetap di perbatasan Gaza. Kami tidak akan bergerak dan meninggalkan Gaza. Kami akan meminta warga Israel datang ke Gaza dan kami akan melindungi mereka. Kami hanya mendengarkan satu pemimpin, bukan Menteri Pertahanan, bukan Kepala Staf, tapi Perdana Menteri Netanyahu.”
Sementara itu, Juru bicara Angkatan Darat Israel dan Kementerian Pertahanan, Avichai Adraee, mengumumkan pembukaan penyelidikan atas insiden tersebut, dengan mencatat bahwa perilaku yang didokumentasikan dalam video ini merupakan pelanggaran serius terhadap perintah dan nilai-nilai Angkatan Darat Israel, dan diduga merupakan pelanggaran kriminal.
Sementara itu, putra Perdana Menteri, Yair Netanyahu yan sedang berlibur di Miami, memposting video tersebut di akun pribadinya, yang semakin memperburuk kontroversi terkait insiden ini.
Reaksi dan Tindakan Lanjutan
Penyelidikan yang diperintahkan oleh Avichai Adraee bertujuan untuk menyelidiki lebih dalam tentang siapa prajurit dalam video tersebut dan apa motifnya. Ia menekankan bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap siapa pun yang terbukti melanggar aturan militer.
Reaksi masyarakat beragam, dengan beberapa pengguna media sosial menyatakan kekhawatiran tentang stabilitas internal militer Israel, sementara yang lain mendukung pernyataan prajurit tersebut sebagai bentuk loyalitas kepada Perdana Menteri Netanyahu.
Kepala Staf Angkatan Darat, Herzi Halevy, dan Menteri Pertahanan, Yoav Galant, belum memberikan komentar resmi mengenai insiden ini. Namun, keduanya dikabarkan akan segera mengadakan konferensi pers untuk meredakan ketegangan dan mengklarifikasi posisi resmi militer.
Implikasi Politik
Kontroversi ini menunjukkan dalamnya perpecahan politik di Israel, terutama terkait dengan dukungan terhadap Perdana Menteri Netanyahu. Beberapa analis politik berpendapat bahwa insiden ini mencerminkan ketidakpuasan yang semakin meningkat di kalangan prajurit terhadap kepemimpinan militer dan pemerintah saat ini.
(T.RS/S:EURONEWS)