Luar Biasa! Ilmuwan Pengungsi Palestina Ini Raih Nobel Kimia

Amman, NPC – Seorang ilmuwan Palestina yang dibesarkan di kamp pengungsian di Yordania, sebagaimana dilansir Middle East Eye, pada Rabu (08/10/2025), dianugerahi Hadiah Nobel di bidang Kimia atas karyanya dalam mengembangkan bentuk baru arsitektur molekul yang berpotensi membatasi dampak perubahan iklim.

Omar Yaghi menerima penghargaan tersebut bersama Susumu Kitagawa dan Richard Robson atas pengembangan metal-organic frameworks (MOF), struktur antara molekul yang dapat digunakan untuk menangkap, menyimpan, atau mengurai gas dan zat kimia berbahaya.

Dalam pernyataan resminya, Akademi Nobel menjelaskan bahwa MOF dapat dimanfaatkan untuk “mengambil air dari udara gurun, menangkap karbon dioksida, menyimpan gas beracun, atau mempercepat reaksi kimia,” serta menambahkan bahwa temuan ini “dapat berkontribusi dalam menyelesaikan beberapa tantangan terbesar umat manusia”.

Dalam wawancara telepon dengan Adam Smith, Kepala Petugas Ilmiah Nobel Prize Outreach, Yaghi mengaku “terkejut, bahagia, dan tak kuasa menahan rasa haru”. Smith mencatat bahwa Yaghi (60 tahun), kemungkinan merupakan penerima Nobel pertama yang lahir di Yordania.

Yaghi lahir dan besar di kamp pengungsian Palestina di Amman, ibu kota Yordania, sebelum pindah ke Amerika Serikat pada usia 15 tahun.

“Saya tumbuh di rumah yang sangat sederhana,” kenang Yaghi. “Ada puluhan dari kami tinggal dalam satu ruangan kecil, berbagi tempat dengan ternak yang kami pelihara. Saya berasal dari keluarga pengungsi, dan orang tua saya nyaris tidak bisa membaca atau menulis”.

Yaghi menceritakan bahwa perjalanan hingga menerima hadiah Nobel sungguh luar biasa dan ilmu pengetahuanlah yang memungkinkan hal ini terjadi.

“Ilmu adalah kekuatan penyamarata terbesar di dunia. Orang-orang cerdas, bertalenta, dan terampil ada di mana-mana. Karena itu, kita harus benar-benar fokus membuka potensi mereka,” kata Yaghi.

Raja Yordania, Abdullah II, menyampaikan ucapan selamat kepada Yaghi melalui sebuah unggahan di platform X (dulu Twitter), “Bangga dengan ilmuwan Yordania Profesor Omar Yaghi atas keberhasilannya meraih Hadiah Nobel Kimia 2025. Prestasinya adalah kebanggaan bagi Yordania.”

Yaghi meraih gelar PhD di bidang Kimia dari University of Illinois dan kini menjabat sebagai profesor di University of California, Berkeley.

Dalam unggahan di platform X, jurnalis Palestina Mohammed Shehada menyoroti kondisi memprihatinkan tempat Yaghi tumbuh, sambil mengingatkan bahwa “ratusan” akademisi dari Gaza telah dibunuh dalam genosida yang dilakukan Israel di wilayah tersebut.

Omar Yaghi menemukan cara membuat bahan khusus yang bisa menangkap gas berbahaya dari udara, menyimpan air dari udara kering, dan bahkan membantu membersihkan polusi. Ia bekerja bersama dua ilmuwan lain dari Jepang dan Australia, dan mereka bertiga mendapatkan Hadiah Nobel karena penemuan luar biasa ini.

Bahan yang mereka buat disebut MOF (dibaca: em-of), singkatan dari metal-organic frameworks. Bentuknya seperti bangunan kecil yang punya banyak kamar di dalamnya, walaupun ukurannya sangat kecil sekali, kita tidak bisa melihatnya dengan mata biasa.

Bayangkan seperti rumah kecil dengan banyak ruangan di dalamnya. Ruangan-ruangan itu bisa menangkap gas atau air yang lewat, menyimpannya, atau bahkan mengubahnya menjadi zat lain, misalnya menyimpan air dari udara gurun yang sangat kering, menangkap gas karbon dioksida dari udara agar tidak membuat bumi semakin panas, atau menyimpan gas beracun agar tidak mencemari lingkungan.

Ketua Komite Nobel untuk bidang Kimia, Heiner Linke, dalam pernyataannya menyebut Yaghi dan rekan-rekannya berhasil menciptakan material baru yang memiliki rongga besar di dalamnya, mirip seperti kamar-kamar di hotel, tempat molekul tamu bisa masuk dan keluar dari material yang sama.

Menjelaskan sifat “luar biasa” dari material ini, komite menambahkan bahwa sebagian MOF memiliki luas permukaan yang sangat besar, satu kubus kecil berukuran seperti gula batu dapat memiliki luas permukaan setara dengan satu lapangan sepak bola.

Linke bahkan menyamakan penemuan ini dengan “tas tangan Hermione dalam Harry Potter” karena mampu menyimpan “jumlah gas yang sangat besar dalam volume yang sangat kecil.”

Ia menambahkan bahwa karya para ahli kimia ini memiliki “potensi luar biasa, membuka peluang yang sebelumnya tak terbayangkan untuk menciptakan material yang dirancang khusus dengan fungsi baru.”

Yaghi sendiri menyatakan: “Saya memulai dengan tujuan membangun sesuatu yang indah dan memecahkan persoalan intelektual.”

(T.FJ/S: MEE)

 

You might also like