Lebih dari 90% Kapasitas Produksi Pabrik Desalinasi Air Laut Gaza Rusak

Ramallah, NPC – Menurut Otoritas Air Palestina (PWA), lebih dari 90% kapasitas produksi Pabrik Desalinasi Air Laut Gaza rusak.

Dalam siaran persnya, PWA mengatakan bahwa Pabrik Desalinasi Air Laut Gaza (GSWDP), yang memproduksi 10.000 meter kubik air setiap hari, mengalami kerusakan signifikan lebih dari 90 persen akibat agresi genosida Israel di Gaza.

Ditambahkannya, pasukan pendudukan Israel menggunakan pabrik tersebut sebagai pangkalan militer selama agresi, yang menghancurkan sebagian besar komponen utama pabrik.

Setelah membuat inventaris kerusakan akibat pengboman dan penghancuran Israel bekerja sama dengan Coastal Municipalities Water Utilities (CMWU), PWA mengatakan bahwa rehabilitasi GSWDP akan membutuhkan sekitar $5 juta dan butuh waktu setahun penuh untuk melakukan perbaikan yang diperlukan.

Otoritas Air Palestina kemarin mengumumkan bahwa krunya telah mulai melakukan survei lapangan cepat terhadap fasilitas air dan pembuangan limbah di Jalur Gaza utara saat gencatan senjata di daerah tersebut mulai berlaku, Pusat Informasi Palestina melaporkan.

PWA mengungkap bahwa “kerusakan besar-besaran terjadi di daerah utara, karena lebih dari 70 persen dari fasilitas dan infrastruktur air hancur total, termasuk sekitar 25 sumur air.”

“Kerusakan saat ini telah menyebabkan runtuhnya sistem pasokan air di Gaza utara secara total, yang debelumnya telah mengalami kekurangan air yang parah selama setahun terakhir,’ tambah lembaga tersebut.

Otoritas tersebut menggarisbawahi bahwa “proses evaluasi mencakup stasiun pemompaan pusat di Beit Lahia, yang masih berdiri meskipun menjadi sasaran langsung, dengan kerusakan parah pada komponen mekanis dan elektromekanis dari pompa dan saluran transmisi.”

Selama tahun lalu, otoritas tersebut menjelaskan bahwa mereka telah bekerja “untuk mendukung pengoperasian sekitar 35 sumur air dan stasiun pompa utama di Kegubernuran Gaza Utara dengan memasok bahan bakar yang diperlukan untuk mengoperasikannya, selain menindaklanjuti operasi perbaikan dan pemeliharaan secara berkelanjutan dengan berkoordinasi dengan lembaga mitra.” Upaya tersebut mencakup “menyelesaikan pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan pada saluran banjir yang terkait dengan stasiun pembuangan limbah di Jabalia dan mengaktifkannya kembali serta menangani kerusakan yang memengaruhi sekelompok sumur yang hancur seluruhnya atau sebagian selama agresi,” menurut pernyataan tersebut.

PWA mengonfirmasi bahwa mereka “melanjutkan pasokan bahan bakar ke sembilan sumur air tanah, yang merupakan satu-satunya yang dapat dioperasikan di Kegubernuran Gaza Utara setelah kerusakan besar yang terjadi di wilayah tersebut.

(T.RA/S: WAFA, MEMO)

 

You might also like