Lebih dari 40.000 Bayi di Gaza Terancam Meninggal Akibat Blokade Israel

Gaza, NPC – Lebih dari 40.000 bayi menghadapi risiko kematian akibat larangan Israel yang terus berlanjut terhadap masuknya susu formula ke Jalur Gaza. Hal ini disampaikan Kantor Media Pemerintah Palestina di Gaza pada Senin lalu (21/07/2025).

“Ada risiko kematian yang mengancam ribuan bayi di Jalur Gaza karena larangan yang diberlakukan oleh penjajah Israel terhadap masuknya susu formula bayi,” kata Kantor Media Pemerintah Palestina.

Kantor Media Pemerintah Palestina menyebut bahwa Gaza berada di ambang bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan mengancam nyawa puluhan ribu bayi, karena Israel terus-menerus memblokir masuknya susu formula selama 150 hari terakhir.

“ini adalah bentuk genosida senyap. Lebih dari 40.000 bayi berusia di bawah satu tahun di Gaza berisiko mengalami kematian perlahan akibat blokade kriminal dan mencekik ini,” sebut Kantor Media Pemerintah Palestina.

Kematian Akibat Malnutrisi

Pernyataan itu mendesak pembukaan perbatasan Gaza secara segera dan tanpa syarat, serta masuknya susu formula dan bantuan kemanusiaan sebagai langkah darurat.

Kantor Media Gaza juga menyatakan bahwa Israel, para pendukungnya, dan komunitas internasional “bertanggung jawab penuh atas setiap nyawa tak berdosa yang hilang akibat blokade sistematis ini.”

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, sejak Oktober 2023, sebanyak 147 penduduk sipil Palestina, termasuk 88 anak-anak, telah meninggal dunia akibat kelaparan dan malnutrisi.

Bayi Diselamatkan dari Rahim Ibu yang Gugur

Berdasarkan laporan Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS), pada hari yang sama, Senin (21/07), seorang bayi berhasil dilahirkan dari rahim seorang perempuan Palestina yang syahid akibat serangan udara Israel di selatan Jalur Gaza.

Tim medis di Rumah Sakit Lapangan Al-Mawasi, yang dioperasikan oleh PRCS, berhasil menyelamatkan janin dari ibu yang gugur saat rumah keluarganya, Al-Zarab, diserang oleh pasukan Israel di wilayah Al-Mawasi.

“Meski kondisi di lapangan sangat sulit dan suplai medis sangat terbatas, tim kami tetap melaksanakan operasi caesar darurat yang kompleks dengan tekad menyelamatkan nyawa sang bayi,” ujar PRCS dalam pernyataan resmi.

Bayi yang baru lahir itu segera dipindahkan ke unit perawatan intensif neonatal untuk mendapatkan perawatan khusus.

Hampir 60.000 Penduduk Palestina Syahid

Sejak Israel membatalkan gencatan senjata pada 18 Maret, ribuan penduduk sipil Palestina telah syahid atau terluka akibat pemboman udara yang berdarah dan terus berlangsung di seluruh Jalur Gaza.

Serangan genosida Israel terhadap rakyat Palestina dimulai pada 7 Oktober 2023, lebih dari 59.000 penduduk Palestina dibunuh Israel, 142.000 lebih mengalami luka-luka, dan lebih dari 14.000 masih hilang.

Meskipun berbagai negara di dunia secara rutin mengutuk genosida yang dilakukan Israel, nyaris tidak ada langkah konkret yang diambil untuk meminta pertanggungjawaban Israel.

Saat ini, Israel sedang diselidiki oleh Mahkamah Internasional (ICJ) atas dugaan kejahatan genosida, dan beberapa tokoh pentingnya, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, telah masuk dalam daftar buronan resmi Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Namun demikian, genosida ini masih didukung, dibiayai, dan dibela oleh Amerika Serikat serta sejumlah negara Barat lainnya.

(T.FJ/S: Palestine Chronicle)

 

You might also like