Jalur Gaza, NPC – Anwar Al-Khudari, bayi berusia tiga bulan dari Shujaiya Timur, Kota Gaza, menggambarkan penderitaan yang dialami oleh anak-anak Palestina.
Ibunya yang kini menjadi tunawisma di Rumah Sakit Al-Shifa, dengan sedih bercerita: “Tidak ada susu yang dapat saya berikan karena tidak terhambatnya bantuan kemanusiaan ke Gaza.” Anwar akhirnya meninggal pada Februari lalu di RS Kamal Adwan akibat kekurangan gizi.
Anwar hanyalah satu dari puluhan anak yang meninggal dalam beberapa bulan terakhir imbas strategi perang Israel dengan menciptakan kelaparan massal sejak agresi 7 Oktober 2023 untuk menyengsarakan rakyat Gaza. Menurut sumber medis di Jalur Gaza, sekitar 37 anak meninggal akibat kelaparan, seperti dilansir portal resmi pemerintah Palestina, Wafanews, (07/08/2024).
Dr. Hossam Abu Safiya, Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan, mengungkapkan bahwa setiap hari mereka menerima 70 hingga 100 anak yang menderita kekurangan gizi. “Ada tiga tingkat kekurangan gizi: ringan, sedang, dan berat, dengan sebagian besar kasus berada di tingkat sedang,” ujarnya. Kondisi ini dapat memburuk jika kelaparan terus berlanjut dan pasokan makanan tidak tersedia.
Kelaparan massal telah menjadi malapetaka dan mengancam nyawa anak-anak Gaza. Dr. Abu Safiya menambahkan, “Banyak dari mereka tidak dapat dilarikan ke rumah sakit akibat blokade dan serangan yang terus-menerus dilakukan oleh pasukan Israel.”
Adalah Karam Qadada, seorang anak yang hobi bermain sepak bola dan fotografi, menjadi contoh lain dari tragedi ini. Karam terperangkap di Rumah Sakit Al-Shifa selama seminggu, karena kekurangan makanan dan akhirnya dipindahkan ke Rumah Sakit Al-Ahly Al-Arabi. Kondisinya memburuk dan dia meninggal pada 30 Maret karena kekurangan gizi.”
Krisis ini diperparah dengan kondisi rumah sakit di Gaza yang mengalami krisis peralatan medis, aliran listrik, dan akses air bersih. Anak lain seperti Abdulaziz Salem, bayi berusia tujuh hari, dan Joud Al-Bursh juga meninggal karena kekurangan gizi.
Organisasi internasional seperti Defense for Children International dan UNRWA telah mencatat bahwa lebih dari 50.000 anak di Gaza membutuhkan pengobatan karena kekurangan gizi akut. Apa yang dilakukan Israel merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang menurut Konvensi Jenewa dan Statuta Roma.
Tanpa adanya gencatan senjata dan bantuan internasional, lebih banyak anak-anak Palestina di Gaza akan terus meninggal karena kelaparan dan kekurangan perawatan medis.
(T.RS/S: Wafanews)