Gaza, NPC – Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza, pada Sabtu (06/09/2025), mengumumkan bahwa enam orang meninggal dunia dalam 24 jam terakhir akibat kelaparan dan malnutrisi, termasuk satu orang anak. Dengan demikian, jumlah total korban jiwa akibat kekurangan gizi di wilayah tersebut kini mencapai 382 orang, termasuk 135 anak-anak.
Dalam pernyataannya, Kementerian Kesehatan Palestina menyebut bahwa sejak pengumuman Integrated Food Security Phase Classification (IPC), tercatat tambahan 104 kematian, termasuk 20 anak-anak. Data ini mencerminkan semakin memburuknya krisis kemanusiaan di Gaza akibat blokade berkepanjangan serta kekurangan pasokan pangan dan obat-obatan.
Komisioner Jenderal UNRWA, Philippe Lazzarini, menegaskan bahwa kelaparan kini menjadi kenyataan di Gaza, dan warga sipil tengah menghadapi krisis pangan yang akut. Ia menyatakan bahwa temuan ini berdasarkan laporan para ahli dari badan PBB tersebut.
“Bantuan memang masih masuk ke Gaza, tetapi jumlahnya jauh dari cukup. Mesir kini menjadi pusat distribusi bantuan kemanusiaan, akan tetapi sejumlah hambatan masih menghalangi penyaluran bantuan ke dalam wilayah Gaza,” ujarnya.
Lazzarini menambahkan bahwa meskipun UNRWA memiliki sumber daya dan personel, situasi politik membuat badan tersebut tidak mampu menjalankan tugasnya secara maksimal.
“Kami memerlukan keputusan politik untuk mengakhiri kelaparan ini. Kami tidak dapat menjangkau rakyat Palestina di Gaza tanpa adanya gencatan senjata dan kebijakan yang memungkinkan para pekerja kemanusiaan menjalankan tugasnya dengan aman dan efektif,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdel Aaty, menyatakan bahwa krisis kelaparan di Jalur Gaza merupakan kelaparan menyeluruh yang sepenuhnya disebabkan oleh penjajahan dan pendudukan Israel.
(T.FJ/S: RT Arabic)