Krisis Air dan Sanitasi Mencekam Gaza: Infrastruktur WASH Hancur Total

Gaza, NPC – Pada tanggal 9 Oktober, Menteri Pertahanan Israel memerintahkan pengepungan total terhadap pasokan listrik, air, dan bahan bakar yang dikirim ke Gaza dari Israel. Sumber daya penting ini sangat krusial untuk pemeliharaan sistem keselamatan air yang memungkinkan warga Gaza menjalankan praktik kebersihan yang efektif, mengonsumsi air yang aman, dan mencegah penyakit yang ditularkan melalui air. Akses terhadap layanan-layanan ini, yang dikenal sebagai air, sanitasi, dan kebersihan (atau “WASH”), adalah hak asasi manusia yang diatur oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pengelolaan Israel terhadap sumber daya vital Gaza telah berubah menjadi bentuk serangan terhadap infrastruktur, dan 95% populasi Gaza tidak memiliki akses terhadap air bersih selama berbulan-bulan.

Di seluruh Gaza, hanya tersedia 1,5 hingga 1,8 liter air per hari untuk setiap orang.

Jumlah air bersih yang direkomendasikan oleh WHO adalah 100 liter per orang per hari. Dengan menargetkan sumber pasokan air Gaza, Israel telah menciptakan kekurangan air dan krisis kemanusiaan yang sangat parah.

Gaza bergantung pada tiga jalur pipa air Mekorot yang berasal dari Israel untuk menyediakan air minum.

Menurut OCHA, hanya satu dari pipa tersebut – Bani-Saeed – yang saat ini beroperasi, tetapi hanya berfungsi pada 47% dari kapasitasnya. Dua pipa lainnya telah tidak berfungsi selama berbulan-bulan.

Sumber: reliefweb.int/

 

You might also like