Jakarta, NPC – Ketua Dewan Pembina Nusantara Palestina Center (NPC), Abdillah Onim, atau yang akrab disapa Bang Onim, menghadiri Silaturahmi Nasional yang digelar oleh Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) di Gedung Abdul Muis, DPR RI, Selasa (21/1/2025).
Acara yang berlangsung penuh kehangatan ini dihadiri oleh 122 undangan dari berbagai organisasi masyarakat (ormas) dan lembaga peduli Palestina.
Silaturahmi ini bertujuan untuk mempererat komunikasi antara DPR RI dengan organisasi yang fokus pada isu Palestina. Selain itu, forum ini menjadi wadah untuk menyampaikan hasil kerja, dukungan, dan rencana bantuan yang akan diberikan kepada Palestina oleh lembaga-lembaga kemanusiaan di Indonesia.
Silaturahmi Nasional yang diselenggarakan oleh BKSAP ini berlangsung dengan penuh khidmat dan kekeluargaan. Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua BKSAP, Mardani Ali Sera, yang memimpin jalannya kegiatan. Turut hadir juga Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua BAZNAS sekaligus Ketua Satgas Bantuan Palestina, Mokhamad Mahdum, Dirjen Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri RI, Andy Rachmianto. Selain itu, Wakil BKSAP, Ravindra Airlangga, bersama sejumlah anggota BKSAP DPR RI turut memperkuat komitmen dalam membangun hubungan internasional yang strategis dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan. Silaturahmi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mencapai tujuan bersama.
Dalam pesannya kepada media ini, Bang Onim menyampaikan bahwa perjuangan untuk mendukung Palestina bukan hanya tugas lembaga tertentu, melainkan panggilan seluruh rakyat Indonesia.
“Palestina ada di hati kita semua. Kepedulian ini bukan hanya soal donasi, tetapi tentang kemanusiaan, solidaritas, dan doa yang tulus dari bangsa Indonesia,” tegasnya.
Bang Onim juga mengapresiasi peran BKSAP yang memfasilitasi forum komunikasi ini. Menurutnya, langkah seperti ini penting untuk menyinergikan upaya dari berbagai pihak agar bantuan yang diberikan lebih efektif dan terkoordinasi.
Silaturahmi nasional ini bukan sekadar ajang diskusi, tetapi juga menjadi simbol solidaritas dan empati bangsa Indonesia terhadap Palestina. Di tengah berbagai tantangan global, semangat kemanusiaan seperti ini menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk keadilan dan kedamaian harus terus hidup.