Gaza, NPC – Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengumumkan pada hari Minggu (09/02/2025), bahwa jumlah korban jiwa akibat serangan berkelanjutan Israel telah mencapai 48.189 orang, dengan 111.640 orang terluka sejak 7 Oktober 2023.
Angka yang sangat menyedihkan ini ditemukan bersamaan dengan penemuan mayat dan kerangka penduduk Palestina di wilayah yang sebelumnya diduduki oleh pasukan Israel di jalur Netzarim, Gaza Tengah.
Penemuan Massal di Netzarim: Mayat dan Kerangka Ditemukan Setelah Penarikan Pasukan Israel
Dalam laporan harian, Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan bahwa delapan penduduk Palestina meninggal dalam 24 jam terakhir, termasuk tujuh orang yang jenazahnya ditemukan di bawah reruntuhan dan satu lagi yang meninggal akibat luka yang diderita selama serangan Israel.
Kementerian Kesehatan Palestina memperingatkan bahwa banyak korban lain masih terjebak di bawah bangunan yang runtuh dan di area terbuka, akan tetapi tim ambulans dan penyelamat tidak dapat menjangkau mereka karena pembatasan yang diterapkan oleh Israel.
Perang ini, yang dilakukan dengan dukungan penuh dari AS, juga menyebabkan lebih dari 14.000 orang hilang, selain kerusakan luas di seluruh Gaza.
Sumber Palestina mengonfirmasi penemuan mayat dan kerangka manusia di koridor Netzarim, yang sebelumnya telah dikosongkan oleh pasukan Israel sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata. Rekaman video yang dirilis oleh Shehab News Agency memperlihatkan kerusakan luas di Netzarim, Al-Maghraqa, dan Juhar Al-Dik.
Gencatan Senjata Tertunda: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza
Pasukan Israel sebelumnya telah menyelesaikan penarikannya dari koridor Netzarim, yang selama berbulan-bulan membagi Jalur Gaza. Kementerian Dalam Negeri Palestina di Gaza mengungkapkan bahwa pergerakan melalui Jalan Salahuddin dan Rashid masih dibatasi, dengan kendaraan yang harus menjalani pemeriksaan sebelum diperbolehkan melintas di Jalan Salahuddin. Jalan Rashid hanya terbuka untuk pejalan kaki.
Meski kesepakatan gencatan senjata sudah disepakati, pasukan Israel terus menyerang penduduk sipil Palestina dengan serangan udara dan tembakan penembak jitu. Pada hari Minggu, militer Israel mengklaim telah menembak “sejumlah tersangka” di Gaza Utara.
Israel Menghalangi Bantuan Kemanusiaan
Juru bicara Hamas, Abdul Latif al-Qanou, menuduh Israel menghalangi ketentuan kemanusiaan dari kesepakatan gencatan senjata, khususnya dalam hal masuknya tenda, bahan bakar, dan peralatan berat. Ia mendesak para mediator untuk menekan Israel agar mematuhi perjanjian tersebut guna memastikan pengiriman pasokan medis dan bantuan.
Pada hari Jumat, kepala kantor media pemerintah Gaza, Salama Maarouf, menyatakan bahwa situasi kemanusiaan semakin kritis, dengan pihak berwenang Israel melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan menunda pengiriman bantuan. Sejak 19 Januari, hanya 8.500 truk yang membawa bantuan yang berhasil masuk ke Gaza yang diizinkan Israel, meskipun dalam perjanjian disebutkan 12.000 truk.
Perjanjian gencatan senjata antara Hamas dan Israel mulai berlaku pada 19 Januari dan diperkirakan akan bertahan selama 42 hari. Negosiasi untuk fase berikutnya terus berlangsung, dengan mediator dari Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat.
(T.FJ/S: The Palestine Chronicle)