Gaza, NPC – Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza, pada Senin (12/08/2024), mengumumkan bahwa sejak 7 Oktober 2023 lalu, tentara penjajah Israel telah membunuh 39.897 dan melukai 92.152 penduduk Palestina di Jalur Gaza.
“Penjajah Israel melakukan tiga pembantaian terhadap keluarga (Palestina) di Jalur Gaza selama 48 jam terakhir, yang merenggut nyawa 142 syuhada, di mana dari jumlah tersebut, 107 syuhada yang namanya diketahui tiba di rumah sakit dan identitas syuhada lainnya masih dalam verifikasi. Sementara korban luka mencapai 150 orang,” kata Kementerian Kesehatan Palestina.
Pada hari Senin (12/08), perang genosida Israel di Jalur Gaza memasuki hari ke-311, ketika tentara Israel mengintensifkan serangan darat, udara, dan laut di berbagai wilayah di Jalur Gaza. Lebih 10.000 orang dinyatakan hilang, di tengah kerusakan besar-besaran pada bidang kesehatan dan infrastruktur, serta krisis kelaparan yang merenggut nyawa puluhan anak-anak.
Perang terus berlanjut di tengah kehancuran besar-besaran dan krisis kelaparan yang telah membunuh puluhan anak-anak dan orang lanjut usia, yang merupakan salah satu bencana kemanusiaan terburuk di dunia. Israel terus melanjutkan perang, mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB untuk segera menghentikan genosida dan perintah Mahkamah Internasional.
Sementara itu, kekejaman Israel juga meningkat di Tepi Barat termasuk Yerusalem timur, di mana 606 penduduk Palestina dibunuh Israel, termasuk 140 anak-anak, sejak 7 Oktober 2023.
Berdasarkan laporan pihak berwenang Jalur Gaza dan organisasi internasional, sekitar 90 persen atau sekitar 1,9 juta penduduk Palestina di Jalur Gaza terpaksa harus mengungsi setelah kehilangan tempat tinggal dan penghidupan akibat pemboman Israel.
(T.FJ/S: RT Arabic, Palinfo)