Gaza, NPC – Salah satu nama yang terdaftar oleh Israel sebagai tersangka pejuang Palestina yang tewas dalam serangan terhadap sekolah PBB di kamp pengungsi Nuseirat pada hari Kamis (06/06/2024) adalah seorang anak laki-laki berusia delapan tahun, menurut catatan rumah sakit.
Kantor berita Associated Press (AP) mengidentifikasi anak laki-laki yang terbunuh itu bernama Shaheen Mahmoud Ibrahim Abu Sharif.
Dua anak laki-laki lainnya – berusia 10 dan 14 tahun – dalam daftar rumah sakit yang termasuk di antara 33 pengungsi yang tewas dalam serangan udara Israel juga memiliki nama “yang menunjukkan bahwa mereka adalah putra dari seorang pria yang diidentifikasi Israel sebagai militan yang terbunuh”, lapor AP.
Padahal Ayahnya tidak termasuk di antara korban tewas di Rumah Sakit Al-Aqsa, kata AP.
Dilansir dari BBC, Serangan udara Israel terhadap sekolah PBB yang dipenuhi pengungsi Palestina di Gaza tengah dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 35 orang.
Wartawan lokal mengatakan kepada BBC bahwa sebuah pesawat perang menembakkan dua rudal ke ruang kelas di lantai atas sekolah di kamp pengungsi perkotaan Nuseirat. Video menunjukkan kehancuran dan sejumlah mayat.
Militer Israel mengatakan pihaknya telah “melakukan serangan tepat terhadap kompleks Hamas” di sekolah tersebut dan membunuh lebih dari 20 hingga 30 pejuang yang diyakini berada di dalamnya.
Kantor Media Pemerintah yang dikelola Hamas di Gaza membantah klaim tersebut dan menuduh Israel melakukan “pembantaian yang mengerikan”.
AS telah meminta Israel untuk “sepenuhnya transparan” dalam mempublikasikan informasi mengenai serangan tersebut.
(T.HN/S: Aljazeera)