Damaskus, NPC – Pada Sabtu (04/01/2025), Al-Mayadeen melaporkan bahwa tentara Israel mengirimkan pasukan tambahan ke barak Al-Jazeera di desa Maariyah, yang terletak di pedesaan Deraa, di sepanjang perbatasan Suriah-Yordania.
Langkah ini dianggap sebagai tanda yang jelas bahwa Israel berniat memperluas pendudukannya atas wilayah Suriah. Sumber dari saluran Lebanon mengungkapkan bahwa pasukan Israel memasang penghalang beton tinggi dan meratakan semua jalan yang mengarah ke pangkalan militer tersebut. Selain itu, tentara Israel juga mulai melakukan patroli bersenjata di kaki bukit di dasar Gunung Hermon, yang merupakan titik strategis di perbatasan Suriah-Lebanon.
Peningkatan Keberadaan Israel di Suriah: Kuasai 600 km Wilayah
Sejak jatuhnya rezim Bashar Al-Assad pada 8 Desember setelah pengambilalihan Damaskus oleh militan Hayat Tahrir al-Sham (HTS), Israel telah memperluas kendalinya atas sekitar 600 kilometer wilayah Suriah. Meski mendapat tekanan dari negara-negara Eropa, kepemimpinan politik Israel mengarahkan militer untuk mempersiapkan kehadiran jangka panjang di Suriah, yang menunjukkan keterlibatan Israel yang semakin mendalam di kawasan tersebut.
Serangan Udara Israel Targetkan Situs Militer Vital Suriah
Selain operasi darat, Israel juga meningkatkan secara signifikan aktivitas serangan udara. Setelah pengambilalihan Damaskus oleh militan yang didukung AS dan Turki, angkatan udara Israel melancarkan serangkaian kampanye pengeboman yang bertujuan untuk menghancurkan kemampuan militer Suriah, infrastruktur vital, dan pusat-pusat penelitian.
Pada hari Sabtu, pesawat tempur Israel menyerang target militer di dekat kota pelabuhan Latakia di barat laut Suriah. Serangan udara juga menargetkan situs militer di selatan Aleppo pada Kamis malam, yang menyebabkan ledakan besar dan kebakaran.
Video yang dibagikan di media sosial menunjukkan api besar dan asap tebal yang membubung dari area Safira, yang merupakan rumah bagi pabrik pertahanan militer dan fasilitas penelitian ilmiah. Menurut Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) yang berbasis di Inggris, tidak kurang dari tujuh ledakan besar tercatat sebagai akibat dari serangan udara Israel yang menargetkan pabrik pertahanan dan pusat penelitian ilmiah di kawasan tersebut.
Sumber Daya Air Strategis Dikuasai: Israel Kendalikan Infrastruktur Penting
Perluasan wilayah Israel juga melibatkan penguasaan sumber daya vital, terutama air. Al Mayadeen melaporkan bahwa pasukan Israel kini telah mencapai Bendungan Al-Mantara di pedesaan Quneitra, bendungan terbesar di Suriah selatan.
Israel telah menguasai sumber air utama lainnya, termasuk Bendungan Al-Wahda yang terletak di Kawasan Sungai Yarmouk, serta bendungan lainnya. Bendungan ini menyediakan pasokan air penting bagi Suriah dan negara-negara tetangga, menjadikan penguasaan Israel atasnya sebagai isu geopolitik yang signifikan.
Sumber dari Suriah dan Israel, serta sumber dari Iran, mengungkapkan bahwa Israel kini telah menguasai 30 persen pasokan air Suriah dan 40 persen pasokan air Yordania. Penguasaan Bendungan Al-Wahda, khususnya, merupakan ancaman besar bagi Yordania, yang selama ini menjadi penerima manfaat utama dari pasokan air bendungan tersebut. Penguasaan atas sumber daya air ini semakin memperkuat posisi strategis Israel di kawasan tersebut.
(T.FJ/S: The Cradle)