Sanaa, NPC – Angkatan Bersenjata Yaman (YAF) kembali memberlakukan blokade laut terhadap kapal-kapal yang terhubung dengan Israel di Laut Merah, Laut Arab, Selat Bab Al-Mandab, dan Teluk Aden.
Sebuah pernyataan yang dirilis YAF pada Selasa malam (11/03/2025), menyatakan bahwa langkah ini diambil setelah berakhirnya batas waktu yang ditetapkan oleh Sayyid Abdul Malik Badr Al-Din Al-Houthi, kepada para mediator untuk menekan musuh Israel agar membuka kembali jalur perbatasan dan mengizinkan bantuan masuk ke Jalur Gaza.
“Mengingat ketidakmampuan para mediator untuk mencapai tujuan ini, (Yaman) menegaskan pemberlakuan kembali larangan terhadap semua kapal Israel di wilayah operasional yang ditetapkan di Laut Merah dan Laut Arab, serta di Selat Bab Al-Mandab dan Teluk Aden,” sebut pernyataan tersebut.
Larangan ini mulai berlaku sejak pernyataan ini diumumkan. Setiap kapal Israel yang mencoba melanggar larangan ini akan menjadi target militer Yaman di wilayah operasi yang telah diumumkan.
“Larangan ini akan tetap diberlakukan hingga jalur perbatasan menuju Jalur Gaza dibuka kembali dan pasokan bantuan, makanan, serta obat-obatan diizinkan masuk,” tambah pernyataan Angkatan Bersenjata Yaman (YAF).
Pada awal serangan Israel terhadap Jalur Gaza pada Oktober 2023, YAF yang berafiliasi dengan gerakan perlawanan Ansarallah di Yaman, memulai operasi maritim melawan kapal-kapal yang terkait dengan Israel di Laut Merah, kemudian memperluas serangan mereka hingga ke Laut Tengah dan perairan lainnya.
Seiring berlanjutnya perang Israel, YAF menggabungkan operasi maritim mereka dengan serangan langsung menggunakan drone dan rudal terhadap Israel.
Tindakan ini memicu serangan udara balasan dari Amerika Serikat, Inggris, dan kemudian Israel terhadap Yaman, meskipun upaya tersebut gagal menghentikan operasi YAF.
Pengumuman ini muncul di tengah kebuntuan kesepakatan gencatan senjata Gaza, di mana Israel terus menghalangi kemajuan dengan menuntut perpanjangan fase pertama dan menolak berunding untuk fase kedua. Israel juga mengajukan syarat baru, termasuk tuntutan pelucutan total sayap militer Hamas, serta mengancam akan melanjutkan perang di Jalur Gaza.
Kepala Staf baru militer Israel, Eyal Zamir, telah menyetujui rencana ofensif baru di Komando Selatan untuk melanjutkan serangan.
Israel telah menutup semua jalur perbatasan dan memutus aliran bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Mereka juga memutus pasokan listrik ke wilayah tersebut, yang berdampak pada fasilitas desalinasi utama dan mengurangi akses air bersih hingga 70 persen.
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza, serangan Israel dalam 24 jam terakhir telah membunuh 12 penduduk Palestina. Israel telah membunuh lebih dari 130 penduduk Palestina sejak gencatan senjata diberlakukan.
Yaman menghentikan operasinya yang mendukung Palestina ketika gencatan senjata diberlakukan, tetapi mereka telah berulang kali memperingatkan bahwa mereka akan mengambil tindakan militer jika kesepakatan tersebut dilanggar Israel.
(T.FJ/S: The Cradle)