Gaza, NPC – Pimpinan Palestina di Gaza, Ghazi Hamad, sebagaimana dilansir RT Arabic, pada Selasa (16/12/2025), menegaskan bahwa pelanggaran serius Israel terhadap perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza terus berlangsung. Ia menyatakan Israel tidak mematuhi satu pun ketentuan dalam kesepakatan tersebut dan telah memanipulasi seluruh isi perjanjian.
Ghazi Hamad menjelaskan bahwa para mediator telah mengonfirmasi komitmen penuh kelompok penjuang Palestina, terutama Hamas terhadap kesepakatan gencatan senjata. Namun, pelanggaran Israel yang berulang menunjukkan tindakan tersebut dilakukan secara terencana dan berdasarkan keputusan pemerintah.
Pelanggaran itu, menurut Ghazi Hamad, mencakup pembunuhan dan eksekusi di luar hukum, penembakan terhadap warga sipil, pengeboman, serta aksi pembunuhan terarah, termasuk pelanggaran batas wilayah hingga jarak yang dalam beberapa kasus mencapai sekitar dua kilometer.
Ia menyebutkan jumlah pelanggaran Israel telah melampaui 813 kasus sejak perjanjian mulai berlaku pada 10 Oktober, dengan rata-rata sekitar 25 pelanggaran per hari. Pemimpin Palestina di Gaza, lanjutnya, telah menyerahkan laporan terperinci mengenai seluruh pelanggaran tersebut kepada para mediator dan kepada ruang operasi bersama.
Ghazi Hamad memperingatkan bahwa keberlanjutan pelanggaran tersebut mengancam kelangsungan perjanjian gencatan senjata dan menempatkannya dalam kondisi yang sangat rawan.
Ghazi Hamad juga menekankan perlunya langkah tegas dari para mediator untuk menahan Israel, seraya menilai kegagalan Israel membentuk komite yang telah disepakati guna menangani pelanggaran sebagai bukti tambahan pengabaian terhadap perjanjian tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa sejak dimulainya gencatan senjata, sekitar 400 orang dilaporkan dibunuh Israel, lebih dari 95 persen di antaranya merupakan warga sipil. Selain itu, tercatat 392 kali serangan dan pengeboman serta penghancuran 145 rumah, di samping terus ditutupnya Penyeberangan Rafah dan larangan perjalanan bagi kasus-kasus kemanusiaan.
Ghazi Hamad menegaskan bahwa Israel tidak pernah menyampaikan bukti yang menunjukkan bahwa target serangannya adalah anggota perlawanan. Ia menyerukan kepada komunitas internasional dan para mediator untuk mengambil langkah-langkah segera guna menghentikan pelanggaran, melindungi warga sipil, serta memastikan penghormatan terhadap seluruh ketentuan perjanjian gencatan senjata.
Israel masih melancarkan serangan ke Jalur Gaza. Lembaga Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mencatat sejumlah fasilitasnya terkena serangan, mengakibatkan korban tewas dan luka-luka di tengah operasi militer Israel yang berlanjut.
Genosida yang dilancarkan Israel yang telah berlangsung selama lebih dua tahun ini dilaporkan telah membunuh lebih dari 70.669 penduduk Palestina, di mana lebih dari 20.000 di antaranya merupakan anak-anak. Ribuan orang lainnya masih dinyatakan hilang dan diduga meninggal dunia.
(T.FJ/S: RT Arabic)