Israel Lakukan Hampir 500 Pelanggaran Gencatan Senjata: Bunuh Lebih 300 Penduduk Palestina

Gaza, NPC – Kantor media pemerintah Palestina di Gaza, sebagaimana dilansir Middle East Eye, pada Minggu (23/11/2025), Israel telah membunuh 339 penduduk Palestina dalam hampir 500 pelanggaran gencatan senjata sejak kesepakatan jeda pertempuran diberlakukan bulan lalu.

Kantor media pemerintah Palestina di Gaza menyebut pelanggaran tersebut bersifat “sistematis” dan memperingatkan bahwa hal itu mengancam “prospek stabilitas”.

Pernyataan tersebut dikeluarkan setelah gelombang serangan udara Israel di seluruh Jalur Gaza pada Sabtu (22/10), termasuk di wilayah yang berada di luar kendalinya. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Palestina, serangan Israel tersebut membunuh 21 orang penduduk Palestina.

Sejak gencatan senjata dimulai pada 11 Oktober, total korban meninggal mencapai 339 orang dan 871 lainnya terluka.

Kelompok pejuang perlawanan Palestina menuduh Israel “mencari-cari dalih” untuk membenarkan tindakannya dan merusak kesepakatan, dengan tujuan melanjutkan perang yang telah berlangsung dua tahun di Gaza.

Pejuang Palestina menilai Israel berupaya “menciptakan fakta baru” di lapangan yang bertentangan dengan ketentuan perjanjian. Mereka menyerukan para mediator untuk turun tangan guna mencegah keruntuhan kesepakatan tersebut.

Al Jazeera melaporkan bahwa Palestina mengirimkan pesan “marah” kepada para mediator setelah serangan pada Sabtu tersebut. Namun, para pejabat membantah bahwa kelompok itu menarik diri dari perjanjian gencatan senjata.

Otoritas Israel menuduh Hamas melanggar gencatan senjata. Militer mengatakan pasukan mereka mendapat tembakan, meski tidak ada korban dan tidak ada kelompok Palestina yang mengklaim bertanggung jawab.

Militer Israel merilis rekaman seorang pria yang menembak ke arah target di luar layar, dan menyatakan bahwa pria tersebut menembak ke arah prajurit Israel. Middle East Eye tidak dapat memverifikasi secara independen lokasi, tanggal, atau rincian lain dari video tersebut.

Pejabat Palestina, Izzat al-Rashq, membantah adanya kaitan pria tersebut dengan pejuang Palestina dan meminta mediator serta Amerika Serikat menekan Israel untuk mengungkap identitasnya.

Serangan pada Sabtu itu merupakan yang terbaru dari meningkatnya jumlah pelanggaran gencatan senjata oleh Israel. Menurut kantor media pemerintah, setidaknya 497 pelanggaran telah dicatat sejak 11 Oktober.

Selain membunuh 339 orang, pasukan Israel juga menahan 35 penduduk Palestina. Secara keseluruhan Israel melakukan hampir 500 pelanggaran gencatan senjata, mulai dari 142 insiden tembakan langsung, 21 kali infiltrasi darat, 228 serangan udara, darat, dan artileri, serta 100 penghancuran rumah dan bangunan sipil.

Israel juga mempertahankan penutupan perlintasan Rafah di perbatasan Mesir, sehingga menghalangi keluarnya puluhan ribu penduduk Palestina dalam kondisi kritis untuk berobat ke luar negeri.

Penutupan tersebut melanggar ketentuan kesepakatan yang mensyaratkan perlintasan dibuka tanpa pembatasan beberapa hari setelah perjanjian berlaku. Israel juga terus membatasi pasokan makanan dan kebutuhan medis penting, hanya mengizinkan rata-rata 150 truk bantuan masuk setiap hari. Padahal, kesepakatan gencatan senjata tersebut menyatakan bahwa 600 truk harus diizinkan masuk tanpa pembatasan.

(T.FJ/S: MEE)

 

You might also like