Israel Kembali Bantai 11 Penduduk Palestina di Tengah Gencatan Senjata

Gaza, NPC – Dinas Pertahanan Sipil Gaza, pada Jumat (17/10/2025), melaporkan bahwa 11 penduduk sipil Palestina dari satu keluarga, termasuk tujuh anak-anak dan tiga perempuan meninggal dunia Ketika sedang dalam perjalanan pulang ke rumah mereka di kawasan Zaitun, timur Kota Gaza.

Pusat Hak Asasi Manusia Gaza mengutuk keras pembantaian yang dilakukan oleh pasukan Israel pada hari Jumat di kawasan Zaitun, timur Kota Gaza, setelah sebuah kendaraan yang mengangkut anggota keluarga Shaaban menjadi sasaran, yang membunuh 11 penduduk sipil Palestina.

Pusat Hak Asasi Manusia Gaza menegaskan bahwa penyerangan terhadap kendaraan tersebut tidaklah diperlukan, dan klaim bahwa kendaraan tersebut mendekati “Garis Kuning” tidak dapat dijadikan pembenaran untuk melakukan penembakan.

Pusat HAM Gaza menilai apa yang terjadi mencerminkan kebijakan sengaja untuk mengorbankan nyawa penduduk sipil dan melanjutkan kejahatan genosida terhadap rakyat Palestina.

Pusat HAM Gaza menegaskan bahwa kejahatan ini merupakan bagian dari rangkaian pelanggaran sistematis yang dilakukan oleh pasukan pendudukan di tengah keheningan internasional dan kurangnya upaya untuk mempertanggungjawabkan para pelaku. Pusat HAM Gaza mendesak adanya tindakan segera untuk memastikan penghormatan terhadap perjanjian gencatan senjata dan penegakan akuntabilitas terhadap pelanggaran tersebut.

Setelah hampir dua tahun melakukan genosida di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023, Israel mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan pejuang Palestina. Kesepakatan tersebut mencakup langkah-langkah kemanusiaan seperti pembukaan jalur masuk bantuan dan mempermudah akses konvoi bantuan kemanusiaan.

Kesepakatan itu juga meliputi pertukaran tawanan, di mana pejuang Palestina membebaskan seluruh 20 tawanan hidup yang dimilikinya, sementara Israel berkomitmen membebaskan ribuan tahanan Palestina.

Kelompok pejuang Palestina juga menyerahkan sejumlah jenazah tawanan Israel, meskipun beberapa jenazah masih belum ditemukan akibat kerusakan parah dan sulitnya akses ke lokasi-lokasi tertentu.

Sejak 7 Oktober 2023, Israel dengan dukungan Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat telah membunuh lebih 67.000 penduduk Palestina dan melukai 170.000 orang lainnya, dengan sekitar 10.000 masih hilang di antara puing-puing bangunan yang dibombardir Israel.

(T.FJ/S: RT Arabic)

 

You might also like