Hamas: Laporan New York Times Soal Kematian Haniyeh adalah Hoax dan Konyol

Jalur Gaza, NPC – Perwakilan Hamas di Iran, Khaled Kaddoumi, menyebut laporan New York Times (NYT) yang mengklaim bahwa pemimpin sayap politik Hamas, Ismail Haniyeh, dibunuh dengan bom jarak adalah konyol dan sama sekali tidak benar.

Laporan NYT pada 1 Agustus mengklaim bahwa Haniyeh gugur akibat bom yang ditanam di kamarnya di kediamannya di mana bom tersebut dikendalikan oleh Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC).

Bom tersebut dikatakan telah dipasang dua bulan lalu dan diledakkan dari jarak jauh oleh dinas intelijen Israel, Mossad. Haniyeh saat itu berada di ibu kota Iran, Teheran, untuk menghadiri pelantikan Presiden baru terpilih, Masoud Pezeshkian.

Sebaliknya, Kaddoumi menyatakan bahwa Haniyeh dan pengawalnya tewas akibat serangan roket. “Saya berada di sana, dan dinding serta langit-langit tempat itu runtuh. Jelas dari tampilan tempat setelah serangan, dan dari tubuh Ismail Haniyeh, bahwa serangan itu dilakukan oleh proyektil yang dijatuhkan dari udara,” kata Kaddoumi kepada The Cradle, (03/08/2024).

Perwakilan Hamas ini juga mengatakan, “Skenario murahan yang dikoar-koarkan beberapa media Barat tentang pembunuhan Ismail Haniyeh sangat konyol. Narasi yang diterbitkan oleh New York Times tentang agen Mossad yang menanam bahan peledak di apartemen tempat Haniyeh menginap sama sekali tidak benar… Mereka mencoba menghindari tanggung jawab dan konsekuensi atas apa yang telah mereka lakukan.”

Cerita NYT tersebut mendukung narasi militer Israel. Setelah pembunuhan Haniyeh, juru bicara militer Israel Daniel Hagari mengatakan dalam konferensi pers bahwa “Angkatan udara tidak sedang dalam misi apapun malam itu kecuali untuk serangan yang menargetkan Beirut.”

Haniyeh tewas pada 1 Agustus dini hari. Malam sebelumnya, Israel membunuh komandan tertinggi Hezbollah, Fuad Shakr, dalam serangan udara di sebuah bangunan tempatnya bermalam. Serangan itu juga menewaskan dua wanita dan dua anak.

Laporan NYT tentang pembunuhan Haniyeh ditulis oleh jurnalis Israel Ronen Bergman, jurnalis AS Mark Mazetti, dan jurnalis AS-Iran Farnaz Fassihi. Bergman dan Mazetti adalah wartawan veteran dengan kontak dekat di dalam badan intelijen Israel dan AS.

Pemimpin Hezbollah, Hassan Nasrallah, berjanji akan membalas pembunuhan Haniyeh dan Shakr, serta menyatakan bahwa perang dengan Israel memasuki “fase baru.”

“Musuh, dan mereka yang berada di belakang musuh, harus menunggu respons kita yang tidak akan dapat mereka hindari… Anda tidak tahu batasan apa yang telah Anda langgar,” katanya, merujuk kepada Israel dan sekutu terpentingnya, AS.

(T.RS/S:The Cradle)

 

You might also like