Jalur Gaza, NPC – Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, mengumumkan bahwa mereka telah menjebak dan menyerang pasukan Israel di salah satu terowongan di Kamp Jabaliya, Gaza Utara, menyebabkan seluruh anggota pasukan tersebut tewas, terluka, dan ditangkap.
Pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara Brigade Al-Qassam, Abu Ubaida, dalam pidato yang disiarkan oleh Al Jazeera, Sabtu (25/05/2024). Dalam video yang dirilis, terlihat seorang tentara Israel yang tidak jelas apakah tewas atau terluka, ditarik dari terowongan, bersama dengan peralatan militer yang disita dari penyergapan tersebut.
Detail Operasi
Abu Ubaida menjelaskan bahwa operasi ini dilakukan oleh para pejuang Hamas pada Sabtu sore di Gaza Utara. Mereka berhasil menjebak pasukan Israel ke dalam terowongan di Kamp Jabaliya dan melakukan penyergapan di dalam dan di pintu masuk terowongan tersebut.
“Para pejuang kami, dengan bantuan Allah, berhasil bertempur dari jarak dekat dengan pasukan Israel. Mereka kemudian menyerang pasukan bantuan IDF yang datang dengan menggunakan bahan peledak, sebelum akhirnya Hamas menarik diri dan meledakkan terowongan setelah memastikan seluruh anggota pasukan musuh tewas, terluka, atau ditangkap.”
Konsekuensi dan Pesan untuk Israel
Abu Ubaida menegaskan bahwa setiap hari yang dilalui musuh dalam serangan terhadap rakyat Palestina akan dibayar dengan harga yang mahal. “Kami akan terus membuat musuh membayar harga ini dengan izin dan bantuan Allah,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa perjuangan melawan agresi Israel akan berlanjut di setiap jalan, lingkungan, kota, dan kamp di Gaza, dari Beit Hanoun hingga Rafah, dengan janji untuk mengungkap detail lebih lanjut dari operasi tersebut pada waktu yang tepat.
Kritik Terhadap Israel
Abu Ubaida mengkritik kebijakan militer Israel yang dianggapnya sebagai operasi membabi buta dan menghancurkan apa saja, dengan mengatakan bahwa Israel berupaya mencari kemenangan palsu untuk membenarkan kekejaman mereka terhadap rakyat Palestina.
(T.RS/S:Palinfo)