Genosida Masuki Hari ke-700, Lebih dari 19.400 Anak Palestina Meninggal Akibat Serangan Israel di Gaza

TOPSHOT – A woman mourns as she carries the shrouded body of a child killed following overnight Israeli strikes on Rafah in the southern Gaza Strip on May 6, 2024, amid the ongoing conflict between Israel and the Palestinian Hamas movement. (Photo by AFP) (Photo by -/AFP via Getty Images)

Gaza,NPC  – Sebanyak lebih dari 19.400 anak tercatat telah meninggal dunia dalam serangan Israel di Jalur Gaza sejak dimulainya genosida pada 7 Oktober 2023, hingga Jumat (05/09/2025), menjadikan wilayah yang diblokade ini sebagai “tempat paling berbahaya di dunia bagi anak-anak”.

Menurut data terbaru dari Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, setidaknya 19.424 anak telah meninggal dunia akibat serangan Israel selama hampir dua tahun terakhir. Hal ini setara dengan satu anak meninggal dunia setiap 52 menit. Di antara korban tersebut, terdapat sekitar 1.000 bayi berusia di bawah satu tahun.

Selain itu, 42.011 orang mengalami luka-luka akibat pengeboman yang terus berlangsung, yang mencakup sekitar 26 persen dari total korban luka sebanyak 161.583 orang. Perempuan (10.138) dan lansia (4.695) mewakili 23 persen dari total korban jiwa, sementara laki-laki mencakup sekitar 46,7 persen atau 29.975 orang.

Manajer komunikasi UNICEF, Tess Ingram, menyatakan bahwa penderitaan anak-anak di Gaza “bukanlah sebuah kebetulan”.

“Kelaparan dan kekurangan gizi telah melemahkan tubuh anak-anak, sementara pengungsian membuat mereka kehilangan tempat tinggal dan perawatan. Serangan udara dan darat mengancam setiap langkah mereka,” ungkap Ingram.

Ia menambahkan bahwa kehidupan rakyat Palestina kini sedang “dibongkar secara sistematis” oleh gempuran Israel yang terus meningkat, di tengah kelangkaan kebutuhan pokok dan melonjaknya angka malnutrisi, terutama di kalangan anak-anak dan keluarga mereka.

Ingram juga menyoroti bahwa zona-zona yang disebut “aman” justru berubah menjadi tempat paling mematikan bagi warga sipil.

“Hal yang tak terpikirkan sedang terjadi di Kota Gaza,” ujarnya.

Militer Israel disebut telah berulang kali menyerang “zona kemanusiaan” yang mereka tetapkan sendiri sejak awal genosida.

Sejauh ini, setidaknya 64.300 warga Palestina telah terbunuh sejak Oktober 2023. Menurut data yang dirilis oleh militer Israel sendiri, lebih dari 83 persen dari jumlah korban jiwa merupakan warga sipil.

Ingram memperingatkan bahwa operasi militer terbaru di Kota Gaza berisiko memperburuk kondisi keluarga yang masih tinggal di wilayah tersebut. Ia menyebut wilayah utara Gaza sebagai “tempat di mana masa kanak-kanak tidak lagi bisa bertahan”.

“Kini, Gaza adalah kota ketakutan, pelarian, dan pemakaman,” pungkasnya.

Krisis Kemanusiaan dan Kelaparan yang Semakin Memburuk

Dengan intensifikasi serangan darat dan udara Israel di seluruh Gaza, khususnya di Kota Gaza, kelaparan kini mengancam hampir 2 juta penduduk sipil Palestina.

Data terbaru Kementerian Kesehatan menyebut bahwa lebih dari 58 persen populasi wilayah Gaza kini berada pada tingkat kelaparan dan malnutrisi kategori “darurat.” Sebanyak 32 persen atau sekitar 641.000 orang telah mencapai tingkat kelaparan paling parah.

Anak-anak, terutama yang berusia di bawah lima tahun, menjadi kelompok paling terdampak oleh krisis kemanusiaan dan kelangkaan kebutuhan dasar. Dari minimnya akses terhadap vaksin penting, hingga meningkatnya jumlah anak yatim, penderitaan anak-anak di Gaza semakin mendalam.

“Infrastruktur layanan dasar telah hancur, dan anak-anak yang paling muda serta paling rentan kini berjuang untuk bertahan hidup,” ujar Ingram.

“Tanpa akses segera dan ditingkatkan terhadap pangan serta penanganan gizi, mimpi buruk ini akan terus berulang, dan lebih banyak anak akan meninggal karena kelaparan. Ini adalah nasib yang sepenuhnya bisa dicegah,” tegasnya.

Sementara itu, menurut laporan terbaru Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza, pada Sabtu (06/09/2025), penduduk Palestina yang meninggal dunia akibat kelaparan bertambah. Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan bahwa enam orang meninggal dunia dalam 24 jam terakhir akibat kelaparan dan malnutrisi, termasuk satu orang anak. Dengan demikian, jumlah total korban jiwa akibat kekurangan gizi di wilayah tersebut kini mencapai 382 orang, termasuk 135 anak-anak.

(T.FJ/S: MEERT Arabic)

 

You might also like