Gencatan Senjata Tak Hentikan Blokade: Israel Batasi Bantuan ke Gaza

New York, NPC – Meskipun gencatan senjata telah berlaku di Jalur Gaza, arus bantuan kemanusiaan ke wilayah itu masih tersendat. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan pihaknya menghadapi kesulitan dalam menyalurkan bantuan melalui perbatasan akibat pembatasan baru dari Israel.

Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stéphane Dujarric, mengatakan pada Rabu (15/10) bahwa arus truk bantuan mengalami hambatan serius sehari sebelumnya. “Kami menghadapi kesulitan besar dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui perlintasan perbatasan karena keputusan Israel yang memangkas aliran bantuan,” ujar Dujarric dalam konferensi pers di Markas Besar PBB, New York.

Menurut Dujarric, PBB tengah memperkuat komunikasi diplomatik dengan otoritas Israel untuk menciptakan sistem yang memungkinkan lebih banyak bantuan menembus Gaza. “Kami berharap dapat segera menemukan mekanisme yang lebih efisien untuk memastikan bantuan kemanusiaan bisa mencapai mereka yang sangat membutuhkan,” katanya.

Media Amerika Serikat melaporkan bahwa Israel telah mengirimkan pemberitahuan resmi kepada PBB mengenai keputusan untuk mengurangi jumlah truk bantuan yang diizinkan masuk setiap hari. Alasan yang dikemukakan Tel Aviv, menurut laporan itu, adalah karena Hamas belum segera mengembalikan jenazah tawanan Israel seperti yang disepakati dalam perjanjian pertukaran.

Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada 10 Oktober lalu. Tahap pertama perjanjian itu mencakup penghentian serangan di Gaza dan pertukaran tahanan dari kedua pihak. Namun, kondisi di lapangan masih jauh dari normal.

Selama dua tahun agresi Israel yang dimulai pada 8 Oktober 2023, Gaza mengalami kehancuran besar. Data otoritas kesehatan Palestina mencatat, sedikitnya 67.938 warga Palestina gugur dan 170.169 lainnya luka-luka, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak. Krisis pangan parah juga telah menelan korban jiwa sebanyak 463 orang, termasuk 157 anak, akibat kelaparan yang meluas di seluruh wilayah Gaza.

(T.RS/S:AnadoluAgency)

 

You might also like