Dunia Lelah dan Muak: Israel Kini Hadapi Isolasi Paling Parah Sepanjang Sejarahnya

Tel Aviv, NPC –  Sebuah laporan media Israel mengungkapkan bahwa posisi internasional Israel saat ini berada di titik terendah dalam sejarahnya, dengan dunia secara luas mulai berbalik arah dan tekanan diplomatik terhadap Tel Aviv semakin meningkat tajam.

Dalam laporan yang diterbitkan surat kabar Yedioth Ahronoth, seorang pejabat senior di Kementerian Luar Negeri Israel mengaku: “Dunia tidak lagi bersama kami. Kami menghadapi tekanan diplomatik nyata yang semakin memburuk. Ini adalah kondisi terburuk yang pernah kami alami.”

Laporan tersebut menyoroti berbagai langkah drastis yang diambil mayarakat  internasional sebagai reaksi atas agresi berkelanjutan Israel di Jalur Gaza. Salah satu perkembangan paling signifikan adalah keputusan Inggris untuk menangguhkan perundingan perjanjian perdagangan bebas dengan Israel.

Surat kabar itu menegaskan bahwa langkah ini bisa membawa dampak ekonomi serius bagi Israel, khususnya di sektor industri teknologi tinggi yang sangat bergantung pada kerja sama internasional.

Ancaman Sanksi dari Sekutu Terdekat

Menurut Yedioth Ahronoth, dalam waktu kurang dari 24 jam setelah Inggris mengumumkan sanksinya, termasuk pemanggilan Duta Besar Israel di London; Tzipi Hotovely,  dua negara sekutu utama lainnya yaitu: Prancis dan Kanada—ikut menyampaikan ancaman serupa jika Israel melanjutkan perangnya di Gaza. Washington juga disorot karena bersikap pasif atas kebijakan Inggris, Prancis, dan Kanada, yang menunjukkan adanya pergeseran dalam sikap Amerika Serikat terhadap pemerintahan Netanyahu.

Beberapa sumber di Gedung Putih bahkan menyampaikan rasa frustrasi terhadap pemerintahan Israel, menyebut bahwa “Israel adalah satu-satunya pihak yang tidak berusaha mendorong tercapainya kesepakatan komprehensif di Gaza.”

Di tengah tekanan internasional tersebut, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu justru menginstruksikan penarikan anggota senior delegasi perunding Israel dari Doha, Qatar, dan hanya menyisakan tim teknis di lokasi, sebagai bentuk penegasan bahwa pemerintahannya tetap berkomitmen melanjutkan perang di Gaza.

Lebih lanjut, laporan menyoroti potensi kerugian besar bagi ekonomi Israel. Inggris merupakan salah satu mitra dagang terbesar bagi Tel Aviv, dengan nilai perdagangan bilateral mencapai sekitar 9 miliar poundsterling, menjadikannya mitra dagang terbesar keempat Israel. Penangguhan perundingan perjanjian perdagangan bebas oleh London dianggap “sangat vital” bagi kelangsungan industri teknologi tinggi Israel.

Laporan ini mempertegas gambaran Israel yang kini semakin terisolasi di panggung internasional, tidak hanya dari musuh-musuh lamanya, tetapi juga dari negara-negara yang selama ini menjadi sekutu terdekat. Situasi ini semakin memperdalam krisis diplomatik dan ekonomi yang dihadapi Israel sebagai konsekuensi dari agresinya yang tak kunjung berhenti di Gaza.

(T.RS/S:AnadoluAgency)

 

 

You might also like