Dua Tahun Agresi Israel, Buruh Palestina Tanggung Kerugian 9 Miliar Dolar

Ramallah, NPC – Federasi Serikat buruh Palestina melaporkan kerugian ekonomi yang dialami para buruh Palestina selama dua tahun perang Israel di Jalur Gaza mencapai 9 miliar dolar AS. Kerugian tersebut terutama disebabkan oleh blokade akses kerja warga Palestina ke wilayah Israel, disertai korban jiwa, luka-luka, dan penangkapan massal.

Hal ini disampaikan dalam laporan tahunan Federasi Serikat buruh Palestina tahun 2025, yang dipaparkan Sekretaris Jenderal federasi, Shaher Saad, dalam konferensi pers di Kota Nablus, Tepi Barat, Senin (02/2/2026).

Saad menyatakan, bahwa perang dan blokade  Israel telah menghancurkan kehidupan buruh Palestina. “Selama dua tahun perang, kerugian yang diderita para buruh diperkirakan mencapai 9 miliar dolar,” kata Saad.

Selain itu pengangguran di wilayah Palestina juga melonjak tajam, mencapai sekitar 38%. Sekitar 550 ribu buruh kehilangan pekerjaan dari total 1,4 juta total buruh Palestina, sebagian besar akibat terputusnya akses kerja ke Israel.

Israel menyerap sekitar 25% tenaga kerja Palestina. Namun sejak perang Gaza pecah, kebijakan Israel terhadap buruh Palestina disebut semakin represif, termasuk pencabutan izin kerja dan pengetatan ekstrem di pos-pos pemeriksaan.

Dampak perang tidak hanya bersifat ekonomi. Hingga akhir 2025, laporan federasi mencatat 47 buruh Palestina gugur, baik akibat ditembak langsung, dalam penahanan atau diburu aparat Israel.

Perang Israel di Gaza yang dimulai pada 8 Oktober 2023 telah menelan korban jiwa  sekitar 72.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 171.000 orang, serta menghancurkan sekitar 90% infrastruktur di wilayah tersebut.

(T.RS/S:AnadoluAgency)

 

You might also like