Gaza, NPC – Dalam tahap keempat dari kesepakatan pertukaran tawanan, pada hari Sabtu kemarin (01/02/2025), sayap militer pejuang Hamas Palestina, Brigadir Izzuddin Al-Qassam, mempublikasikan pesan yang ditulis oleh tawanan Israel, Keith Siegel. Dalam pesan tersebut, Siegel, yang dibebaskan setelah lebih dari tiga bulan penahanan, berbicara mengenai kondisi selama ia ditahan di Gaza.
Siegel, yang berusia 65 tahun, mengungkapkan bahwa para pejuang Al-Qassam yang bertanggung jawab atas penjagaannya telah memastikan semua kebutuhannya, termasuk makanan, minuman, obat-obatan, dan vitamin. Menurut Siegel, mereka bahkan membawa seorang dokter ketika ia merasakan sakit.
Penanganan Khusus untuk Kesehatan Siegel Selama Penahanan dan Kritik Israel
Tawanan Israel itu juga menambahkan bahwa para penjaganya memperhatikan kondisi kesehatannya dengan menyediakan makanan yang sesuai, yaitu makanan nabati yang bebas minyak. Ia pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pejuang al-Qassam atas perhatian yang diberikan selama penahanannya sejak 7 Oktober 2023.
Dalam pesan yang sama, Siegel juga mengkritik pemerintah Israel yang dianggapnya tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk mencapai kesepakatan guna mengembalikan para tawanan dan mengakhiri perang. Menurutnya, ketidakberhasilan ini menyebabkan banyak korban jiwa dan kerugian bagi kedua belah pihak.
Siegel Ucapkan Terima Kasih kepada Pejuang Hamas
Selain itu, Siegel juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada para pejuang Hamas dalam sebuah video yang disiarkan oleh al-Qassam pada Sabtu, di mana ia berbicara dalam bahasa Arab untuk mengucapkan terima kasih kepada para anggota perlawanan atas perlakuan mereka selama ia ditahan.
Berikut isi surat Siegel yang ditulis untuk pejuang Al-Qassam Hamas.
“Untuk Para Pejuang Al-Qassam,
Nama saya Keith Siegel, saya berasal dari Kfar Gaza. Saya ditahan di Gaza sejak 7 Oktober 2023 hingga Januari 2025.
Para pejuang yang menjaga saya selama periode ini memastikan bahwa semua kebutuhan saya terpenuhi, termasuk makanan, minuman, obat-obatan, vitamin, perawatan mata, alat pengukur tekanan darah, dan kebutuhan lainnya.
Mereka juga membawa seorang dokter ketika saya merasa tidak sehat untuk jangka waktu yang lama. Para penjaga saya menanggapi permintaan saya terkait makanan dan masalah diet, di antara hal lainnya.
Selain itu, mereka memastikan untuk memberikan makanan yang sesuai dengan kondisi kesehatan saya (vegetarian dan bebas minyak). Para penjaga memperlakukan saya dengan baik.
Saya percaya bahwa pemerintah Israel tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk mencapai kesepakatan guna mengembalikan para tawanan dan mengakhiri perang, yang mengakibatkan banyak korban jiwa dan kerugian lebih lanjut bagi kedua belah pihak.
Saya berharap perdamaian akan segera tercapai, dan saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para pejuang yang merawat saya selama periode ini.
Keith Siegel”
Kesepakatan Gencatan Senjata dan Pertukaran Tawanan antara Hamas dan Israel
Pada 19 Januari 2025, kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tawanan antara Hamas dan Israel mulai berlaku, dengan fase pertama yang berlangsung selama 6 minggu. Sejak saat itu, telah ada empat operasi pertukaran tawanan, yang menunjukkan perbedaan kondisi antara tawanan Palestina yang dibebaskan dari penjara Israel dan tawanan Israel yang dibebaskan oleh perlawanan.
Ada perbedaan cukup signifikan di mana tawanan Palestina yang dipenjara Israel mengalami berbagai penyiksaan dan kelaparan di dalam penjara Israel dengan tubuh berubah kurus dan bekas-bekas penyiksaan. Sementara pejuang Palestina memperlakukan tawanan Israel dengan baik dan sehat, serta menceritakan berbagai pengalaman kebaikan pejuang Palestina.
(T.FJ/S: Aljazeera)