Dibunuh Saat Kelaparan: “Pusat Bantuan” Israel Berubah Jadi Ladang Kematian 125 Rakyat Gaza

Jalur Gaza, NPC – Kantor Media Pemerintah Palestina di Jalur Gaza mengumumkan pada Minggu (08/05/2025) bahwa jumlah warga Palestina yang menjadi korban dalam distribusi bantuan yang dikelola oleh pemerintah Israel dan AS telah meningkat menjadi 125 orang korban jiwa, 736 orang terluka, dan 9 orang hilang sejak 27 Mei lalu.

Pasukan Israel dilaporkan masih terus melakukan pembantaian mengerikan terhadap warga sipil tak bersenjata dengan kedok menyalurkan bantuan kemanusiaan yang secara langsung didukung oleh pasukan pendudukan dan Amerika Serikat.

Pernyataan itu menambahkan bahwa sebanyak 13 orang gugur 153 luka-luka pada Minggu, setelah pasukan Israel dan personel dari perusahaan keamanan swasta AS menembaki warga sipil yang kelaparan yang berkumpul di sekitar dua pusat bantuan di timur Rafah selatan dan Jembatan Wadi Gaza (tengah).

“Total korban jiwa sejak pusat-pusat penyaluran bantuan ini mulai beroperasi pada 27 Mei lalu kini telah mencapai 125 orang gugur, 736 terluka, dan 9 orang hilang, dalam sebuah adegan pembantaian berulang yang dilakukan secara sengaja di bawah kedok kemanusiaan palsu.”

Kantor tersebut juga menegaskan bahwa pusat-pusat bantuan ini didirikan di zona-zona militer terbuka yang sepenuhnya berada di bawah kendali pasukan Israel dan perusahaan-perusahaan keamanan swasta AS, dan kini telah berubah menjadi perangkap berdarah yang menjebak kerumunan orang kelaparan untuk kemudian dibantai dengan peluru tajam dan bahan peledak.

(T.RS/S:AnadoluAgency)

 

You might also like