Gaza, NPC – Dilansir dari Aljazeera, PBB menyebutkan ada sedikit berita gembira yang dapat kita dengar dari Gaza. Dimana ratusan ribu anak yang putus sekolah akibat perang dan rusaknya 85 persen sekolah di wilayang kantong tersebut, telah terdaftar sebagai peserta belajar jarak jauh.
Dilaporkan bahwa perang Israel di Gaza telah menghancurkan pendidikan ratusan ribu anak Palestina, tetapi ada secercah harapan, dengan PBB mengatakan banyak dari mereka kini telah mendaftar untuk program pembelajaran jarak jauhnya.
“Dengan 85 persen sekolah di Gaza hancur menjadi puing-puing, pendidikan terpaksa dilakukan secara daring. Namun di tempat yang listriknya langka dan akses internetnya tidak dapat diandalkan, pembelajaran jarak jauh merupakan pertempuran tersendiri,” kata Tareq Abu Azzoum dari Al Jazeera, melaporkan dari Deir el-Balah di Gaza tengah.
“Di Gaza, pendidikan bukan lagi hak. Ini adalah pertempuran sehari-hari melawan perang, kegelapan, dan isolasi.”
Menurut UNRWA, 260.000 siswa di Gaza telah mengikuti program pembelajaran jarak jauh. Namun, tanpa listrik yang stabil atau perangkat yang tepat, banyak yang tertinggal.
“Saya sekarang belajar melalui pembelajaran elektronik. Saya menggunakan telepon ibu saya untuk meninjau pelajaran matematika, sains, dan bahasa Inggris saya,” kata Mariam Abu Shahda, seorang siswa Palestina.
“Namun, saya kesulitan mendapatkan akses internet, jadi saya mencoba menyimpan semua pelajaran saya untuk berjaga-jaga jika koneksi saya terputus.”
(T.HN/S: Aljazeera)