Gaza, NPC — Deru pesawat tempur dan dentuman bom belum juga reda di langit Gaza. Sejak agresi militer Israel yang kembali memanas pada Oktober 2023, Jalur Gaza tak ubahnya ladang luka yang terus menganga. Di tengah kepungan blokade dan rentetan serangan, krisis kemanusiaan mencapai titik nadir: jutaan warga Palestina terpaksa mengungsi tanpa kepastian pangan, air bersih, maupun perlindungan layak.
Dalam situasi yang semakin memprihatinkan itu, secercah harapan datang dari Nusantara Palestina Center (NPC). Pada Senin (26/5/2025), tim kemanusiaan dari lembaga yang berbasis di Indonesia tersebut kembali menyalurkan bantuan pangan langsung ke titik-titik pengungsian di Gaza. Ribuan paket makanan dibagikan untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak perang brutal dan krisis kelaparan yang kian menggila.
“Kami hadir untuk menunjukkan bahwa Palestina tidak sendiri. Ini adalah amanah dari rakyat Indonesia untuk saudara-saudara kita di Gaza,” ujar perwakilan NPC melalui keterangan resmi.
Krisis Pangan yang Mencekik
Serangan bertubi-tubi dari militer Israel, disertai blokade total terhadap akses logistik, telah menghantam sistem distribusi pangan dan air di Gaza. Gudang-gudang bantuan hancur, lahan pertanian musnah, dan jalur distribusi lumpuh total. Laporan lembaga kemanusiaan internasional menyebutkan bahwa lebih dari 80 persen penduduk Gaza kini hidup dalam ketergantungan penuh terhadap bantuan kemanusiaan.
Anak-anak kelaparan, ibu-ibu kelelahan mencari makanan, dan lansia yang tak berdaya menjadi potret memilukan dari krisis yang terus memburuk ini. Sementara itu, dunia internasional masih terpecah dalam sikap—dan seringkali hanya diam menyaksikan penderitaan yang berlangsung dari hari ke hari.
Aksi Nyata dari Indonesia
Melalui Yayasan Nusantara Palestina Center, masyarakat Indonesia terus menyalurkan empati dan solidaritas. NPC secara rutin mengirim bantuan pangan, air bersih, dan kebutuhan pokok lain ke wilayah Gaza yang terkepung. Distribusi dilakukan langsung oleh tim relawan yang berada di lapangan, memastikan setiap paket bantuan sampai ke tangan yang membutuhkan.
Dalam pembagian bantuan pada 26 Mei lalu, NPC menargetkan keluarga-keluarga pengungsi yang paling rentan: mereka yang kehilangan rumah, tak memiliki penghasilan, dan tinggal di kamp-kamp darurat yang minim fasilitas. Bantuan ini tidak hanya menyelamatkan mereka dari kelaparan, tetapi juga menjadi simbol bahwa masih ada kepedulian di tengah gelapnya tragedi.
Mari Bergerak Bersama
NPC mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak berpaling dari krisis kemanusiaan yang sedang terjadi. Setiap donasi, sekecil apapun, sangat berarti bagi warga Gaza yang tengah berjuang untuk bertahan hidup.
Berikut adalah nomor rekening resmi donasi untuk membantu kebutuhan pangan dan air bersih pengungsi Palestina:
Kunjungi juga laman resmi donasi: https://donasi.npc.id
Menyalakan Harapan di Tengah Nestapa
Apa yang dilakukan NPC hanyalah satu dari sekian banyak bentuk solidaritas kemanusiaan yang bisa kita lakukan. Di saat dunia menyaksikan tragedi Gaza dari kejauhan, NPC dan masyarakat Indonesia memilih untuk hadir dan bertindak. Sebab penderitaan tidak mengenal batas negara, dan kemanusiaan tidak boleh tunduk pada politik.
Mari terus bersuara, bergerak, dan berbagi. Karena di balik setiap paket makanan yang sampai di tangan pengungsi, tersimpan pesan kuat: bahwa masih ada cinta di dunia yang penuh luka ini.