Dampak Serangan Iran: Israel Rugi Lebih 21 Triliun, Puluhan Ribu Bangunan Rusak, dan 18.000 Warga Mengungsi

Tel Aviv, NPC – Media harian Israel, Maariv, pada Senin (30/06/2025), melaporkan lonjakan signifikan jumlah korban luka dan pengungsian akibat serangan rudal Iran selama perang 12 hari antara Israel dan Iran baru-baru ini. Perang tersebut ditandai dengan serangan balasan besar-besaran dari Iran, yang menyebabkan kehancuran luas di berbagai wilayah Israel.

Pada tanggal 13 Juni, Israel melancarkan serangan udara tiba-tiba ke Iran, yang menargetkan fasilitas nuklir dan membunuh komandan militer senior serta ilmuwan nuklir Iran. Sebagai balasan, Iran menembakkan ratusan rudal balistik ke Israel. Meskipun sebagian besar rudal berhasil dicegat oleh sistem pertahanan Israel, puluhan rudal berhasil menerobos dan menyerang sedikitnya 63 lokasi, menurut angka yang dipublikasikan oleh kantor berita Israel Ynet.

Kementerian Kesehatan Israel melaporkan bahwa 29 warga Israel tewas dalam serangan Iran, dan sekitar 3.345 warga Israel terluka dan menerima perawatan medis selama konflik berlangsung. Dari jumlah tersebut, 23 orang masih dalam kondisi kritis, sementara tiga lainnya meninggal dunia di rumah sakit akibat luka-luka serius.

Selain dampak fisik, otoritas kesehatan Israel juga mencatat lonjakan tajam dalam kasus trauma psikologis. Banyak pasien, baik baru maupun lama, dilaporkan mencari dukungan kesehatan mental karena meningkatnya ketegangan dan ketidakpastian selama konflik.

Akibat serangan, sebanyak 11.070 warga Israel terpaksa dievakuasi ke 97 pusat penampungan yang tersebar di berbagai wilayah. Ribuan lainnya kini masih tinggal sementara di hotel-hotel dan tempat perlindungan sementara, tanpa kepastian kapan bisa kembali ke rumah mereka.

Lebih dari 41.000 Klaim Kerusakan Diajukan

Dalam laporan terpisah, media keuangan Calcalist pada Minggu (29/06) mengungkap besarnya kerugian material akibat serangan Iran. Hingga saat ini, lebih dari 41.550 klaim kompensasi telah diajukan oleh warga yang terdampak. Dari jumlah tersebut sebanyak 32.975 klaim berkaitan dengan kerusakan bangunan dan rumah tinggal, 4.456 klaim untuk kerusakan peralatan rumah tangga, dan 4.119 klaim menyangkut kerusakan kendaraan pribadi.

Perkiraan awal menyebutkan kerugian langsung mencapai sekitar 1,3 miliar dolar AS atau lebih 21 triliun rupiah. Namun, pihak berwenang memperkirakan angka tersebut akan terus bertambah seiring proses klaim dan inspeksi lanjutan.

Secara keseluruhan, sekitar 18.000 warga Israel kehilangan tempat tinggal akibat serangan rudal dan harus mengungsi. Pemerintah dan perusahaan asuransi saat ini masih terus menilai skala kerusakan secara menyeluruh.

Situs Strategis Jadi Target Serangan

Menurut laporan Channel 13 Israel pada Minggu (29/06), beberapa rudal Iran menghantam lokasi strategis penting, termasuk pangkalan militer dan lembaga riset seperti Institut Weizmann.

Media tersebut menyoroti akurasi serangan dan menyebutkan bahwa tingkat kerusakan sebenarnya belum dapat dipublikasikan sepenuhnya karena adanya pembatasan media.

Pemerintah Israel telah mengonfirmasi bahwa lebih dari 50 rudal Iran menghantam target di dalam wilayahnya selama konflik 12 hari tersebut. Namun, skala kehancuran yang sebenarnya kemungkinan tidak akan diungkapkan ke publik, menyusul penerapan undang-undang sensor yang memperbolehkan pemerintah menyembunyikan informasi yang dianggap membahayakan “keamanan nasional”.

Genosida Gaza

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji akan terus meningkatkan serangan ke Gaza, seiring dengan upaya pelaksanaan rencana Presiden AS, Donald Trump, untuk memindahkan penduduk Palestina dari wilayah tersebut. Sejak Oktober 2023, lebih dari 50.700 penduduk Palestina telah meninggal dunia akibat genosida brutal Israel di Gaza yang didukung Amerika Serikat, di mana sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak.

Pada November lalu, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas agresinya di wilayah Gaza.

(T.FJ/S: MEE, Palestine Chronicle)

 

You might also like