Jakarta, NPC — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) Nusantara Palestina Center (NPC) menggelar silaturahmi dan konsolidasi untuk memperkuat tata kelola kelembagaan, tata kelola penyaluran, serta sinkronisasi program prioritas nasional, Rabu (14/1/2026).
Pertemuan tersebut melibatkan Biro KKH Bagian Harmonisasi Kebijakan dan Divisi Penguatan Pendistribusian dan Pendayagunaan LAZ (DPPL) BAZNAS RI dengan jajaran pengurus LAZ NPC. Agenda utama mencakup penguatan pendataan database mustahik dan penerima manfaat, serta berbagi praktik baik (sharing program) dalam pengelolaan zakat nasional.
Hadir dari BAZNAS RI Kepala Divisi DPPL beserta tim dan Tim KKH. Sementara dari LAZ NPC dihadiri Direktur Eksekutif Masri Udin, Manajer Program M. Rivaldy, Manajer Keuangan Febriyanti, Manajer Fundraising Imam Prastomo, Akuntan Faizal Trisna, serta Septia Marheni dari bagian keuangan.
Dalam pertemuan tersebut, BAZNAS RI dan LAZ NPC membahas penguatan tata kelola penyaluran zakat yang terintegrasi, khususnya melalui pendataan mustahik secara komprehensif. Pendataan ini mencakup pembangunan database, perhitungan jumlah mustahik dan penerima manfaat, hingga pengelolaan data off balance sheet agar penyaluran zakat lebih akuntabel dan tepat sasaran.
LAZ Nusantara Palestina Center (NPC) sendiri terus memperkuat perannya sebagai LAZ yang berfokus pada misi kemanusiaan global, terutama di Palestina. Didirikan pada Maret 2018, NPC bertransformasi menjadi lembaga profesional yang menjembatani kepedulian masyarakat Indonesia dengan kebutuhan mendesak di wilayah konflik Gaza, sekaligus menjalankan program pemberdayaan di dalam negeri. Saat ini, LAZ NPC telah mengantongi legalitas dari Kementerian Agama sejak Desember 2025.
Komitmen NPC tercermin dalam visinya, yakni “Menjadi Lembaga Amil Zakat yang Peduli pada Edukasi, Advokasi, dan Kemanusiaan”, yang dijalankan melalui dua pilar utama: Nusantara Care dan Palestina Care. Program-program tersebut mencakup enam pilar bantuan, yaitu pangan, ekonomi, pendidikan dan dakwah, kesehatan, infrastruktur, serta tanggap bencana.
Melalui Nusantara Care, LAZ NPC berfokus pada pengentasan kemiskinan dan respons cepat di Indonesia. Capaian program meliputi distribusi ribuan paket sembako, bantuan modal bagi UMKM, serta pembangunan akses air bersih di empat titik wilayah Indonesia. Sementara Palestina Care yang berpusat di Jalur Gaza telah menyalurkan jutaan liter air bersih, memberikan bantuan kepada 3.344 anak yatim, serta berkolaborasi dalam pembangunan rumah sakit dan penyediaan tenda pengungsian.
Dari sisi kinerja penghimpunan dana, LAZ NPC mencatat capaian signifikan. Pada 2023, dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp132,83 miliar. Sementara pada 2024, penghimpunan tercatat sebesar Rp98,18 miliar dengan penyaluran mencapai Rp96,6 miliar. Tren positif ini berlanjut hingga periode Juli 2025, mencerminkan tingginya kepercayaan para muzakki terhadap pengelolaan dana di LAZ NPC.
“Sinergi dengan BAZNAS RI menjadi langkah penting bagi kami untuk terus memperkuat tata kelola kelembagaan dan penyaluran zakat agar sejalan dengan arah kebijakan zakat nasional,” ujar Direktur Eksekutif LAZ NPC, Masri Udin, dalam kesempatan tersebut.
Dari aspek sumber daya manusia, LAZ NPC saat ini didukung oleh 23 amil, dengan 15 di antaranya telah tersertifikasi. Sebanyak lima amil penyaluran bertugas di kantor pusat Indonesia, sementara sebagian lainnya berada di wilayah Palestina untuk memastikan efektivitas program di lapangan.
Sebagai LAZ nasional yang relatif baru, LAZ NPC menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan BAZNAS RI, khususnya dalam penguatan tata kelola kelembagaan, pendataan mustahik dan penerima manfaat, pelaporan nasional, serta kolaborasi program pengentasan kemiskinan dalam kerangka gerakan zakat nasional.