Washington, NPC – Pemerintahan Presiden Donald Trump secara terbuka mengecam langkah sejumlah negara yang mempertimbangkan untuk mengakui kemerdekaan negara Palestina.
Dalam sebuah kabel diplomatik yang bocor ke tangan Reuters, Amerika Serikat memperingatkan bahwa tindakan semacam itu akan dianggap sebagai bentuk permusuhan terhadap kebijakan luar negeri Washington dan akan dikenai konsekuensi diplomatik yang serius.
Peringatan ini muncul menjelang konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Prancis dan Arab Saudi, yang secara eksplisit bertujuan membangun peta jalan menuju solusi dua negara untuk mengakhiri pendudukan Israel atas wilayah Palestina.
Dalam dokumen tersebut, AS menyebut konferensi ini sebagai “kontraproduktif”, dan menuduhnya melemahkan upaya gencatan senjata di Gaza serta merusak negosiasi pembebasan sandera yang sedang dimediasi oleh Mesir dan Qatar.
Lebih lanjut, AS menegaskan bahwa pengakuan terhadap negara Palestina akan dianggap sebagai “hadiah politik” kepada Hamas, kelompok yang diklasifikasikan sebagai organisasi teroris oleh AS dan Israel. Washington menyebut langkah pengakuan sepihak sebagai tindakan yang “menghambat penyelesaian konflik, memperlemah posisi Israel dalam perang, dan memperkuat musuh-musuhnya.”
Dalam laporan yang sama, AS secara terang-terangan menargetkan Prancis, yang disebut-sebut tengah mempertimbangkan pengakuan resmi terhadap negara Palestina. Jika langkah itu diambil, Prancis akan menjadi negara Barat pertama yang melakukan pengakuan tersebut di tengah meningkatnya tekanan dari publik domestik dan kritik internasional terhadap agresi Israel di Gaza dan Tepi Barat.
Gedung Putih: Solusi Dua Negara Bukan Lagi Prioritas
Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, secara eksplisit menyatakan bahwa pembentukan negara Palestina tidak lagi menjadi tujuan resmi kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Ini merupakan pergeseran tajam dari posisi tradisional AS selama beberapa dekade yang selalu mendukung solusi dua negara sebagai jalan keluar utama dari konflik Israel-Palestina.
Washington juga mengkritik potensi hasil konferensi PBB yang dinilai dapat mendorong boikot, sanksi, atau bentuk hukuman kolektif lainnya terhadap Israel. Dalam pandangan AS, forum tersebut tidak lain adalah bentuk “dukungan terselubung terhadap Hamas” dan akan menciptakan preseden berbahaya di tataran internasional.
Tekanan Terbuka terhadap Sekutu Barat
Di balik layar, pemerintahan Trump dilaporkan telah melancarkan tekanan diplomatik besar-besaran terhadap negara-negara Eropa, termasuk Jerman dan Spanyol, agar tidak mengikuti jejak Norwegia, Irlandia, dan Slovenia yang sebelumnya menyatakan pengakuan terhadap Palestina.
Sumber diplomatik di PBB menyebut bahwa AS mengancam akan membekukan kerja sama bilateral atau mengurangi dukungan dalam forum-forum internasional terhadap negara-negara yang melanggar “garis merah” ini.
Meskipun tekanan diplomatik terus meningkat, para penyelenggara konferensi internasional di New York menegaskan bahwa pertemuan akan tetap berlangsung dengan partisipasi luas dari negara-negara anggota PBB, organisasi internasional, serta perwakilan masyarakat sipil. Agenda utama konferensi mencakup langkah konkret menuju pembentukan negara Palestina yang merdeka, berdaulat, dan diakui secara internasional, sebuah cita-cita yang kini justru menjadi medan tarik-ulur geopolitik antara kekuatan global.
(T.RS/S:Reuters)