Selalu Ekspor Besar-Besaran: Jangan Sampai Beli Kurma Israel!

Sumber: Dikutip dari Al Jazeera, File: Ronen Zvulun/Reuters
Sumber: Dikutip dari Al Jazeera, File: Ronen Zvulun/Reuters

Saat ini, umat Islam di seluruh dunia tengah menjalani bulan suci Ramadhan dan seperti biasa, kurma menjadi sajian yang hampir selalu hadir di meja berbuka. Kenikmatan manisnya bukan hanya sekedar pelengkap, tetapi juga bagian dari sunnah yang diajarkan Rasulullah. Di balik kenikmatan yang kita rasakan, pernahkah kita berpikir “Dari mana asalnya kurma ini?”. Pertanyaan ini bukan hanya relevan bagi masyarakat Indonesia saja, tetapi juga bagi masyarakat di seluruh dunia. Kenyataan pahitnya, Israel adalah pengekspor kurma utama kedua setelah Arab Saudi. Laporan CNBC yang merujuk pada laporan Statista menyebutkan bahwa nilai ekspor kurma Arab Saudi pada 2021 mencapai sekitar US$322,84 juta, sedangkan Israel tak jauh tertinggal dengan US$317 juta.[1]

Mari kita beberkan fakta serta data mengenai ekspor kurma yang dilakukan oleh Israel terlebih dahulu. Berdasarkan data UN Comtrade yang telah diolah oleh Tempo, pada 2023 lalu, sekitar 57 juta kilogram kurma telah diekspor oleh Israel ke 55 negara dengan negara-negara Eropa menjadi tujuan utama.[2] Israel Agri juga merilis artikel yang menegaskan bahwa tujuan utama ekspor kurma Israel adalah Inggris, Amerika Serikat, Italia, Prancis, Turki, Spanyol, dan Belanda. Adapun daerah yang dikembangkan oleh Israel untuk budidaya kurma terletak di sepanjang Lembah Rift Suriah-Afrika. Di daerah tersebut terdapat tiga area utama yang ditanami kurma, yaitu Arava (25%), Lembah Rift Yordania, dan kota-kota serta desa di area Laut Mati Utara-Kalia, Almog, dan Mitpe Shalem (46%), juga daerah Emek HaMayanot, lembah Yordania, dan area tambahan untuk ditanami 28% pohon kurma.[3]

Masih berdasarkan laporan Israel Agri, varietas utama panen kurma di Israel adalah Medjoul (71,6%), dengan angka panen pada 2013 mencapai 23.000 ton. Jenis kurma lainnya adalah Barhi, Dekel Nour, Hayani, Zahidi, Deri, Ameri, dan Hadrawi. Keseluruhan total panen kurma Israel pada 2014 mencapai 35.200 ton. Angka yang fantastis ini tentu mempertebal pundi-pundi penjajah. Dari angka fantastis tersebut, telah kita saksikan kecanggihan alat militeristik yang digunakan oleh Zionis selama pendudukan Palestina. Belum lagi, suntikan dana yang sangat besar dari kawan setianya, Amerika Serikat yang semakin memperkokoh praktik penjajahan Israel.

Data-data di atas telah mendorong lahirnya gerakan kolektif untuk memboikot produk kurma Israel. Gema boikot ini digaungkan pertama kali oleh AMP (American Muslims for Palestine) sejak 2012. Kurma-kurma Israel saat itu telah menghiasi rak-rak pada toko ataupun pasar di negara-negara Eropa. Dilansir dari situs resmi AMP, beberapa tahun setelah seruan boikot nasional ini, terjadi penurunan drastis impor kurma Israel pada tahun 2019/2020. Angka ini turun menjadi 2,5 juta pon dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 6,9 juta pon. Gerakan boikot kurma tersebut merupakan bagian dari kampanye boikot, divestasi, dan sanksi (BDS) terhadap penjajahan Israel atas Palestina, terlebih selama bulan Ramadhan yang mana kurma semakin banyak dicari umat Islam. Upaya boikot ini juga menjadi pengingat bahwa banyak kurma yang ditanam dan diproses oleh Israel di tanah pemukiman ilegal Lembah Yordan, Tepi Barat Palestina.[4] Dengan kata lain, setiap pembelian kurma Israel secara tidak langsung, ikut membiayai penjajahan dan genosida terhadap rakyat Palestina.

 

Eksploitasi Pekerja Anak-Anak

Fakta yang memilukan adalah banyak anak Palestina turut bekerja di lahan pertanian milik pemukiman ilegal Israel di wilayah Tepi Barat. Rekam jejak investigasi dari Human Rights Watch tahun 2015 telah menggambarkan eksploitasi pekerja anak-anak Palestina di industri pertanian milik pemukiman Israel. Mereka diupah sekitar US$19 untuk sehari penuh. Banyak anak-anak yang akhirnya tidak bersekolah dan harus bekerja di bawah suhu yang ekstrem dengan kondisi yang dapat mengancam diri akibat banyak peralatan yang berbahaya. Mereka ditugaskan untuk memetik, membersihkan, serta mengemas produk pertanian seperti tomat, asparagus, paprika, terong, bawang, juga kurma. Anak-anak bekerja sekitar 8 jam sehari dengan lama enam atau 7 hari dalam seminggu. Lama jam kerja ini meningkat menjadi 12 jam sehari ketika memasuki masa panen puncak.[5]

Anak-anak Palestina terpaksa bekerja di lahan pertanian milik Israel karena tidak ada pekerjaan alternatif untuk bertahan hidup, akibat serangkaian aksi penjajahan Israel.  Sebenarnya, hukum internasional telah menetapkan usia minimal anak untuk bekerja, yaitu usia 15 tahun. Namun, realitanya banyak anak yang bekerja pada usia 13 atau 14 tahun, bahkan ada yang berusia 10 tahun. Anak-anak harus mengangkut wadah berat berisi pestisida di punggung, sering kali tanpa perlindungan yang layak, hingga menyebabkan mati rasa pada tubuh mereka. Paparan pestisida juga membuat mereka mengalami mual, pusing, muntah-muntah, dan ruam kulit. Anak-anak juga beresiko jatuh dari tangga akibat memangkas dan memetik kurma dari pohonnya. Lebih mirisnya lagi, ada anak laki-laki yang jarinya tersangkut di mesin sortir kurma. Ketika diwawancarai oleh Human Rights Watch, anak-anak tersebut tidak mendapatkan asuransi kesehatan dari Israel. Jikapun mengalami cedera, mereka harus membayar layanan medis sendiri. meskipun upah yang mereka terima jauh lebih rendah dari upah minimum di Israel, baik untuk anak-anak maupun pekerja dewasa.[6]

 

Bagaimana Cara Menghindari Produk Kurma Israel?

Agar kita tidak membeli dan mengonsumsi kurma dari Israel, berikut langkah-langkah yang direkomendasikan oleh gerakan BDS (Boikot, Divestasi, dan Sanksi) serta Palestine Solidarity Campaign:

  1. Periksa dahulu negara asal pada produk kurma.
  2. Cek kode batang negara dan hindari produk kurma jika kode batangnya dimulai dengan angka 729.
  3. Tanyakan pada pemilik toko untuk mengonfirmasi negara asal produk tersebut. Tegaskan bahwa kita menolak membeli kurma dari Israel.
  4. Sampaikan pada pemilik toko untuk menyediakan alternatif lain dari produk kurma jika hanya kurma Israel yang tersedia.
  5. Hindari merk kurma yang dipasarkan oleh Hadiklaim, perusahaan eksportir Israel terbesar yang menjual kurma dengan nama-nama: King Solomon, Jordan River, Jordan River Bio-Top, dan MyJool.
  6. Terkadang kurma Hadiklaim juga dipasarkan dengan label merk dagang supermaket, oleh karena itu periksa kotaknya dan jika ada keterangan “diekspor oleh Hadiklaim” maka jangan membelinya.
  7. Hindari juga merk kurma yang diproduksi oleh Agrexco dengan nama-nama: King Medjoul, Carmel, dan Barhi.
  8. Hindari pula perusahaan-perusahaan Mtex, Edom, Mehadrin, Carmel Agresxco, dan Arava.

 

Adakah Kurma Israel di Indonesia?

Sumber: KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA

Telah menjadi hal yang umum bagi masyarakat Indonesia untuk membatalkan puasa dengan kurma dan air terlebih dahulu.  Bersamaan dengan hal tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, mengingatkan kepada masyarakat terutama untuk distributor untuk tidak menjual produk kurma yang berasal dari Israel bahkan terafiliasi. Prof. Sudarnoto menyampaikan pesannya pada tahun 2024:

Jangan di bulan Ramadhan menjual produk-produk Israel. Kurma itu halal, enak, saya juga pencinta kurma, halal dzatnya, tapi jadi haram karena uang hasil penjualannya itu untuk membunuh warga Palestina[7]

Lantas pertanyaannya, adakah kurma Israel di Indonesia?

Dari laporan-laporan yang tercatat dalam media pemberitaan serta dari Badan Pusat Statistik (BPS), menegaskan bahwa tidak ada produk kurma Israel yang masuk ke Indonesia. Para pedagang di Jakarta pun menyampaikan bahwa mereka tidak menjualnya. Umumnya, impor kurma di Indonesia kebanyakan berasal dari Arab Saudi, Iran, dan Tunisia.[8]

Namun, laporan dari Tempo mencatat bahwa Indonesia pernah mengimpor kurma dari Israel sebanyak tiga kali, yakni pada tahun 2017, 2021, dan 2022.[9] Jumlah yang diimpor memang lebih sedikit dari negara-negara Eropa, tetapi hal ini tentu menjadi catatan merah dan peringatan bagi pemerintah untuk tidak mengizinkan impor kurma Israel. Oleh karena itu, tetap perlu diperhatikan jika ingin membeli kurma, terutama melalui situs online dengan mengikuti langkah-langkah yang telah disebutkan di atas. Bagi masyarakat yang tinggal di Eropa dan Amerika, kewaspadaan ini harus lebih tinggi, mengingat kedua wilayah tersebut merupakan tujuan utama ekspor kurma Israel.

Berikut adalah merk kurma yang berasal dari Israel yang dapat kita hindari untuk membelinya:[10]

  1. Hadiklaim
  2. King Solomon
  3. Carmel Agexco
  4. Jordan River
  5. Bomaja
  6. Delilah
  7. Rapunzel
  8. Red Sea
  9. Desert Diamond
  10. Shams
  11. Kalahari
  12. Fancy Medjoul
  13. Premium Medjoul
  14. Shah Co
  15. Nava Fresh
  16. Urban Platter
  17. Food to Live
  18. Edeka
  19. Star Dates
  20. Galilee
  21. Mehadrin
  22. King of Dates
  23. Ventura
  24. La Palma
  25. Waitrose
  26. Tamara Barhi
  27. Karsten Farms
  28. Royal Treasure
  29. Sincerely Nutes

Penulis: Nadea Salsabila Putri (Mahasiswi Prodi Sejarah Peradaban Islam UIN Syarif Hidayatullah)

 

Referensi:

[1] Zefanya Aprilia, “Kurma Israel Kian Kuasai Dunia, Arab Saudi Nyaris Kalah,” CNBC Indonesia, April 21, 2023, https://www.cnbcindonesia.com/news/20230421171328-4-431644/kurma-israel-kian-kuasai-dunia-arab-saudi-nyaris-kalah.

[2] Faisal Javier, “Ke Mana Saja Kurma Israel Diekspor?,” Tempo, Maret 20, 2024, https://www.tempo.co/data/data/ke-mana-saja-kurma-israel-diekspor–991907.

[3] “Israel’s Date Industry Overview,” Israel Agri, https://israelagri.com/israels-date-industry-overview/.

[4] “Campaign: Boycott Israeli Dates,” AMP (American Muslims for Palestine), https://www.ampalestine.org/organize/campaigns/boycott-israeli-dates.

[5] Ripe for Abuse Palestinian Child Labor in Israeli Agricultural Settlements in the West Bank (New York: Human Rights Watch, April 13, 2015), https://www.hrw.org/report/2015/04/13/ripe-abuse/palestinian-child-labor-israeli-agricultural-settlements-west-bank.

[6] Ibid.

[7] Aryo Putranto Saptohutomo, “Umat Islam Diimbau Tak Konsumsi Kurma Israel Saat Ramadhan,” Kompas.Com, Maret 11, 2024, https://nasional.kompas.com/read/2024/03/11/05450081/umat-islam-diimbau-tak-konsumsi-kurma-israel-saat-ramadhan.

[8] Atiek Ishlahiyah Al Hamasy, “Tenang Saja, Dijamin Tak Ada Kurma Israel Di Jakarta,” Kompas.Id, Maret 16, 2024, https://www.kompas.id/baca/metro/2024/03/16/kurma-israel.

[9] Faisal Javier, “Apakah Indonesia Mengimpor Kurma Israel?,” Tempo, April 1, 2024, https://www.tempo.co/data/data/apakah-indonesia-mengimpor-kurma-israel–991900.

[10] Rizky L Pratama, “30 Merek Kurma Israel Yang Diharamkan MUI, Ada Yang Dijual Di Indonesia,” Kompas Tv, Maret 16, 2024, https://www.kompas.tv/lifestyle/493287/30-merek-kurma-israel-yang-diharamkan-mui-ada-yang-dijual-di-indonesia.

You might also like