Tentara Israel Tembak Konvoi PBB di Rafah, Bunuh Relawan Kemanusiaan Asing

Gaza, NPC – Tentara Israel, pada Senin (13/04/2024), menembak dan membunuh seorang relawan kemanusiaan asing dan melukai satu orang lainnya di kota Rafah, selatan Jalur Gaza. Kedua pekerja bantuan kemanusiaan ini berada di dalam mobil PBB yang dengan jelas memperlihatkan bendera dan logo PBB ketika mereka diserang Israel.

Video kendaraan yang menjadi target penembakan menunjukkan beberapa lubang peluru yang menembus kaca jendela mobil.

“Kami mengutuk keras kekejaman yang dilakukan oleh Israel terhadap penduduk Palestina dan pekerja bantuan asing di Gaza. Kami mendesak semua negara untuk mengecam tindakan tercela ini,” kata pemerintah Palestina di Jalur Gaza.

Bukan kali ini saja Israel melakukan pembunuhan terhadap relawan dan pekerja kemanusiaan. Pada 1 April 2024, pesawat tak berawak Israel melepaskan tembakan dan menewaskan tujuh relawan bantuan kemanusiaan Barat yang mengirimkan bantuan makanan di Jalur Gaza. Tiga rudal berturut-turut menghancurkan mobil mereka. Padahal sebelumnya, tentara Israel telah memberi wewenang kepada relawan dari Lembaga amal World Central Kitchen yang berbasis di Amerika untuk membantu pengiriman pasokan bantuan kemanusiaan dari pantai ke gudang.

Pendiri lembaga amal tersebut, Jose Andres, menuduh Israel sengaja menargetkan para relawan kemanusiaan World Central Kitchen.

Berdasarkan laporan Database Keamanan Pekerja Bantuan (AWSD), yang melacak serangan terhadap pekerja bantuan kemanusiaan di seluruh dunia, hingga tanggal 5 April 2024, Israel telah membunuh 203 pekerja dan relawan kemanusiaan.

Arvind Das dari Komite Penyelamatan Internasional (IRC) yang bermarkas di Amerika mengatakan bahwa serangan terhadap pekerja bantuan kemanusiaan oleh Israel bukanlah sebuah kesalahan, akan tetapi lebih hal yang disengaja. Israel telah berusaha membatasi makanan, air, dan pasokan lainnya ke Jalur Gaza meskipun adanya tekanan internasional dan bahaya kelaparan bagi penduduk sipil.

Pada 9 Oktober 2023, Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, memerintahkan blokade total terhadap Jalur Gaza.

“Saya telah memerintahkan blokade total di Jalur Gaza. Tidak akan ada listrik, tidak ada makanan, tidak ada bahan bakar, semuanya ditutup. Kami memerangi manusia dan hewan. Kami bertindak sesuai dengan hal tersebut,” kata Yoav Gallant.

Sejak tanggal 7 Oktober hingga saat ini, dengan dukungan Amerika dan Eropa, tentara Israel masih terus melanjutkan agresi terhadap Jalur Gaza dan juga melakukan serangan di berbagai kawasan di Tepi Barat. Pesawat tempur Israel mengebom kawasan di sekitar rumah sakit, gedung, apartemen, dan rumah penduduk sipil Palestina. Israel juga mencegah dan memblokade masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza. Israel terus menerus melakukan kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, pada Selasa (14/05), mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat pemboman Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 lalu telah meningkat menjadi sekitar 35.173 orang dan 79.061 lainnya mengalami luka-luka, di mana mayoritas korban korban jiwa pemboman Israel adalah anak-anak dan perempuan.

Sementara itu, berdasarkan laporan pihak berwenang Jalur Gaza dan organisasi internasional, lebih dari 85 persen atau sekitar 1,7 juta penduduk Palestina di Jalur Gaza terpaksa harus mengungsi setelah kehilangan tempat tinggal dan penghidupan akibat pemboman Israel.

(T.FJ/S: The Cradle, Palinfo)

 

You might also like