Kairo, NPC – Hidup dalam komponen masyarakat kontemporer di tengah era globalisasi yang modern dan perkembangan teknologi yang begitu pesat seperti dewasa ini, semestinya mahasiswa perlu menekankan disiplin akademis yang mempelajari aspek masyarakat dan budaya manusia. Oleh sebab itu Nusantara Palestina Center (NPC) merangkul Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman soal peran penting Indonesia dalam masalah-masalah kemanusiaan di Palestina dan advokasinya.
Sebagaimana diketahui, silaturahmi NPC dengan PPMI Mesir itu berlangsung di Wisma Nusantara, 4 Floor, Wahraan 8 st. Rabiah el Adawiyah, Nasr City, Kairo, Minggu (9/8/2020).
Dalam mukadimahnya, Direktur Pelaksana NPC Ihsan Zainuddin berharap koordinasi yang baik terjalin antara NPC dan PPMI Mesir, khususnya di bidang pendidikan. Ia mengajak semua elemen bangsa termasuk PPMI Mesir untuk berpartisipasi dalam mengedukasi masyarakat soal isu kemanusiaan di Palestina.
“Ke depan dalam hal pendidikan inilah yang bisa kita koordinasikan, karena kita NPC ini merupakan lembaga filantropi yang fokus terhadap isu kemanusiaan, maka kita juga berharap NPC ini memberi warna baru dalam isu-isu ke-Palestina-an di tanah air,” kata Ihsan saat memberi sambutan.
Ihsan Zainuddin juga menggarisbawahi pentingnya sinergi antar lembaga. Hal-hal yang berkenaan dengan Palestina, menurutnya, harus berdasarkan pada ilmu pengetahuan dan berbasis riset. Hal ini merupakan peluang bagi PPMI Mesir untuk dapat bersinergi perihal usaha penelitian dan pengembangan ini. Selain itu, NPC telah mengirim belasan dai dan ulama dari Palestina ke Indonesia untuk berdakwah di berbagai daerah di Indonesia. Tentu dalam pelaksanaannya banyak tenaga penerjemah yang dibutuhkan, alumni Mesir dapat dapat memberi warna di situ.
Sementara Aktivis Senior untuk Kemanusiaan di Palestina, Abdillah Onim, menyampaikan bahwa persoalan kemanusiaan di Palestina merupakan amanat konstitusi Negara Republik Indonesia dimana mempersilakan kemerdekaan itu ialah hal segala bangsa, oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan pri kemanusiaan dan pri keadilan. Ini artinya isu kemanusiaan di Pelestina menjadi isu global.
“Persoalan Palestina ini adalah persoalan negara lain, dan merupakan amanat konstitusi Indonesia untuk menghapuskan setiap bentuk penjajahan diatas dunia, jangan hanya anggap masalah ini menjadi tanggung jawab komunitas tertentu, partai tertentu, harakah tertentu. Isu Palestina ini adalah isu kemanusiaan, isu internasional,” jelas pria asal Halmahera Utara, Maluku Utara itu.
Abdillah Onim juga merupakan Dewan Pembina NPC itu juga menegaskan bahwa dalam membantu rakyat Palestina tidak boleh membedakan agama, karena isu Palestina adalah isu kemanusiaan. Tidak hanya umat Islam, tapi umat Kristen pun harus dibantu. Belajar toleransi pada orang Islam dan Kristen di Palestina.
“Kami mengucapkan beribu-ribu terima kasih, PPMI masih diberikan kepercayaan dalam hal ini. Ke depan hal-hal semacam ini tetap harus kita tindaklanjuti, tetap harus kita lestarikan juga kita jaga. Karena hal ini salah satu yang memang bisa bermanfaat kepada teman-teman semuanya. Apalah arti kita kalau di sini tapi tidak ada manfaat pada manusia yang lainnya, khairunnaas anfa’uhum linnaas,” pungkas Farhan Azis Wildani, Presiden PPMI Mesir.
Kalimat syukur disampaikan oleh Presiden PPMI Mesir Farhan Azis Wildani kepada NPC atas kepercayaan untuk bersinergi perihal usaha mengedukasi publi soal isu kemanusiaan di Palestina. Ia berharap hal semacam ini dapat dilanggengkan dan ditindaklanjuti.
“Kami mengucapkan beribu-ribu terima kasih, PPMI masih diberikan kepercayaan dalam hal ini. Ke depan hal-hal semacam ini tetap harus kita tindaklanjuti, tetap harus kita lestarikan juga kita jaga. Karena hal ini salah satu yang memang bisa bermanfaat kepada teman-teman semuanya. Apalah arti kita kalau di sini tapi tidak ada manfaat pada manusia yang lainnya, khairunnās anfa’uhum linnās,” kata Farhan Azis Wildani.
Silaturahmi berjalan penuh kehangatan dan kekeluargaan. Silaturahmi ini bertujuan untuk membangun sinergitas manusia di antara kedua belah pihak.
Tampak hadir delegasi dari NPC dalam kegiatan ini Ketua Dewan Pembina NPC Abdillah Onim, Direktur Pelaksana Ihsan Zainuddin, Dewan Pakar Andi Ridwan dan Divisi HRD Dewi Yuniati, sedangkan dari PPMI Mesir dihadiri oleh Presiden dan jajarannya.
NPC juga memberikan bantuan Dana Kesehatan kepada PPMI Mesir sebesar 1.500 $ untuk meringankan beban Masisir yang terkena dampak COVID-19. Selain bantuan berwujud uang, NPC juga memberi oleh-oleh kepada PPMI Mesir berupa buku yang berjudul “Peran Ulama dan Lembaga Keagamaan Dalam Pandemi Covid-19.”
Diketahui, pada 19 April hingga 13 Mei 2019, NPC dan Perhimpunan Pelajar Indonesia Se-Dunia Kawasan Timur Tengah dan Afrika menyelenggarakan lomba menulis kolom dengan tema “Peran Ulama dan Lembaga Keagamaan Dalam Pandemi Covid-19.” Adapun jumlah naskah yang berhasil dihimpun oleh panitia adalah sebanyak 118 naskah, dan 20 karya terbaik diterbitkan menjadi sebuah buku.
Peserta lomba berasal dari beberapa negara di timur tengah dengan latar belakang jenjang pendidikan yang berbeda, ada yang dari S1, S2 hingga S3. Mereka adalah mahasiswa Indonesia yang belajar di negara-negara Timur Tengah, diantaranya dari Mesir, Arab Saudi, Iran, Sudan, Pakistan, Maroko, Turki, Lebanon, Yaman, Qatar, Yordania dan Suriah.
Perlombaan ini menjadi pemantik semangat mahasiswa di Timur Tengah untuk terus berkarya. Karena narasi keagamaan sangat dibutuhkan dalam proses pembangunan bangsa menuju Indonesia yang berkemajuan, adil dan makmur.