Luar Biasa, Mahasiswi UMY Teliti Proses Advokasi Kemanusiaan NPC dan Kiprahnya di Palestina

Jakarta, NPC – Nusantara Palestina Center merupakan salah satu LSM Indonesia yang didirikan khusus untuk membantu masalah kemanusiaan di Palestina. Inisiatif pendirian NPC dipeloporioleh seorang aktivis kemanusiaan senior dari Maluku yang bernama Abdullah Onim atau Bang Onim.

Bang Onim telah berpartisipasi dan berkontribusi sebagai aktivis senior kemanusiaan di Palestina sejak 2007.

Kontribusi dan pengalamannya menyulutnya untuk mendirikan organisasi resmi yang dapat memberikan perhatian khususnya terkait bantuan dari masyakarat luas Indonesia untuk misi kemanusiaan di Palestina.

Karena besarnya kontribusi di bidang kemanusiaan di Palestina Bang Onim dan lembaga yang ia dirikan, ia dan NPC menerima banyak dukungan, kepercayaan, serta prestasi dari dalam dan luar negeri.

Bahkan pada Maret 2018 Bang Onim dimetaforkan sebagai tangan, telinga, dan mata Dubes RI untuk Kerajaan Yordania dan Negara Palestina, H. E. Drs. Andy Rachmianto, M.Phil., di Palestina.

Belum lama ini, seorang mahasiswi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang bernama Azka Azzahra Salsabila telah menyelesaikan skripsinya dengan judul “The Roles of Nusantara Palestina Center (NPC) Foundation in Advocating Palestinians on Humanitarian Issue 2008-2019.”

Tulisan ilmiah Azka ini menjelaskan mengenai proses advokasi masalah-masalah kemanusiaan di Palestina yang dilakukan oleh NPC sebagai LSM Indonesia yang khusus didirikan untuk Palestina.

Dalam skripsinya, mahasiswi Departemen Program Hubungan Internasional UMY itu menyebutkan bahwa NPC memainkan peran penting dalam mengadvokasi masalah-masalah kemanusiaan di Palestina. LSM lokal Palestina membangun jaringan dan berbagi informasi dengan NPC untuk menyelesaikan masalah kemanusiaan yang ada. Sementara itu, NPC membangun jaringan dengan LSM Indonesia lainnya dan secara tidak langsung membawa konsekuensi bagi pemerintah untuk menetapkan masalah kemanusiaan di Palestina dan membawanya ke tingkat internasional.

Azka menuturkan minatnya untuk meneliti kiprah NPC di bumi Palestina, karena dirinya ingin meneliti kajian hubungan internasional yang tidak terlalu dalam membahas apada teori state centris dan lebih bernilai novelty. Hal itu menurutnya kajian tentang Israeli–Palestinian conflict sudah banyak, apalagi dari sudut pandang “state and conflict resolution.”

“Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, salah satu fokus dan ketertarikan saya adalah bidang humanitarian, NGO, lingkungan dan lain sebagainya. Karena menurut saya lebih ada sense ya ketimbang kajian HI yang terlalu state centris. Lagi pula, kajian tentang konflik kedua negara ini sudah banyak, utamanya dari sudut pandang state and conflict resolution,” kata Azka kepada tim media NPC melalui pesan WhatsApp, Kamis (25/6/2020) siang.

Azka yang merupakan alumni SMA IT Abu Bakar Yogyakarta itu, lebih lanjut menuturkan bahwa dirinya merasa senang dan bangga dapat menyusun sebuah karya ilmiah tentang NPC. Ia mengisahkan, NPC begitu terbuka untuk membantunya dalam mendapatkan informasi dan data-data berupa facts and figures dalam proses advokasi masalah-masalah kemanusiaan di Palestina yang dilakukan oleh NPC.

“Al-hamdulillah, bagi saya pribadi adalah sebuah kebanggaan bisa menulis tentang NPC. Dalam masa prosesnya juga pihak NPC begitu welcome untuk membantu saya, dan itu membuat saya bersyukur dengan jalan yang mudah Allah berikan untuk saya,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga mendapatkan banyak pelajaran dan cerita yang luar biasa tentang perjuangan Bang Onim dan NPC sendiri di Palestina. Karena baginya, tak sedikit dari berita di luar sana tentang Palestina kurang valid dan kebanyakan media menyangkalnya.

“Saya juga mendapatkan banyak pelajaran dan cerita yang luar biasa tentang perjuangan Bang Onim dan NPC sendiri di Palestina. Karena selama ini kebanyakan berita di luar sana tentang Palestina kurang valid dan kebanyakan media denial soal ini,” tandasnya.

Mahasiswi kelahiran Yogyakarta itu berhasil lulus dengan meraih predikat Cum Laude.

NPC merupakan  lembaga filantropis yang menjadi fasilitator bantuan kemanusiaan untuk Palestina yang amanah, professional, dan akuntable.

Lembaga kemanusiaan binaan Abdillah Onim ini, juga menjalankan program-program pemberdayaan atau pengembangan potensi SDM bagi rakyat Palestina.

You might also like