4 Orang Postif Corona, Satu Keluarga Palestina Ini Dapat Perhatian Khusus dari NPC

Jalur Gaza, NPC – Berikut kisahnya hingga berita ini sampai ke telinga Abdillah Onim, relawan NPC di Gaza.

Di pagi hari saat Abdillah Onim atau yang familier disapa Bang Onim bersama tim dalam perjalanan menuju perkebunan jambu klutuk dan jeruk manis di kota Bait Lahiya, yang terletak di wilayah Gaza Utara, dalam rangka mendatangi para petani untuk membeli hasil panen mereka dalam jumlah besar dan akan dibagikan gratis ke petugas kesehatan.

Di tengah padang pasir hendak memasuki wilayah perkebunan, mendadak terdengar suara teriakan dari kejauhan, “Mohon berhenti, berhenti sebentar,” teriak seseorang sembari melambaikan tangan.

Kendaraan yang ditumpangi Bang Onim dan tim sudah berlalu jauh melewati sumber suara, akan tetapi Bang Onim perintahkan agar kendaraan mundur secara perlahan.

Untuk menjaga protokol sosial distancing dan kewaspadaan terhadap hal yang tidak kami harapkan. Dari kaca mobil yang terbuka sedikit, terlihat orang berlari tergesa-gesa mendekati mobil dan bertanya, “Hendak kemana antum? Apakah antum petugas siaga Covid-19? Jika benar, saya ingin sampaikan penghuni rumah di sana sedang dikarantina dan benar-benar tidak memiliki pasokan makanan sejak beberapa hari, demi Allah tugas saya hanya menyampaikan,” ujar seorang warga Gaza dengan nafas yang terengah-engah,

Ternyata yang mengejar Bang Onim adalah petugas keamanan yang sudah berapa hari berjaga-jaga di luar rumah agar penguni rumah yang dikarantina tidak keluar.

“Ada berapa orang di dalam rumah akhi?” tanya Bang Onim. “Ada 40 orang, 4 diantaranya positif Covid-19 dan sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Syifa untuk dirawat di ruang intensif,” jawab warga Gaza itu. Sebagai aktivis kawakan untuk kemanusiaan, Bang Onim merespon dengan cepat, tanggap dan penuh kepekaan. “Baik, insya Allah usai kegiatan di perkebunan saya segera kembali dengan membawa kebutuhan yang diperlukan,” tanggap Bang Onim.

Bang Onim segera perintah tim untuk menyediakan bantuan paket sembako berisi makanan seperti gula, teh, beras, minyak goreng dan lain sebagainya. Selain sembako, Bang Onim dan timnya juga menyediakan persediaan untuk keperluan kebersihan seperti sabun, sampo, sabun, cairan cuci tangan, tisu, plastik sampah dan lain-lain. “Saya pun mengarahkan tim NPC Gaza untuk menyediakan bahan dapur seperti beras, ayam dan lain-lain agar saya memasak untuk mereka,” ucap Bang Onim yang merupakan Pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina NPC itu.

Al-Hamdulillah atas ijin Allah, semua kebutuhan disiapkan, demikian juga kebutuhan makanan siap saji yang Bang Onim masak sendir dengan menu spesial nasi biryani dan ayam bakar utuh.

“10 loyang makanan siap saji telah siap dan saat itu juga kami antar dan menyerahkannya kepada penghuni rumah serta dikawal pihak keamanan setempat agar tidak ada kontak pasien,” tutur pelopor kemanusiaan Indonesia di Gaza, Palestina itu.

Pasien yang dikarantina dari teras rumah menyampaikan sungguh pihaknya sudah mengetahui bahwa yang datang adalah orang Indonesia, antum saudara kami jauh di mata akrab di batin.

“Demi Allah, kami sudah mengetahui bahwa yang datang adalah orang Indonesia, antum saudara kami jauh dimata akrab di batin,” ungkap Abo Mustafa, sang kakek yang ikut dikarantina.

Diketahui, satu keluarga yang melakukan karantina tersebut berhari-hari lamanya mengalami kekurangan bahan makanan dan kebutuhan lainnya. Namun nasib baik menghampiri mereka. Mereka mendapatkan bantuan dari Muslim Indonesia dan diantar langsung oleh sang pelopor kemanusiaan Indonesia di bumi Palestina. Warga Gaza juga tak lupa menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang turut memberikan bantuan, dukungan dan doa terbaik untuk mereka.

“Demi Allah, sudah berhari-hari kami kekurangan bahan makanan dan kebutuhan lainnya. Al-Hamdulillah hari ini nasib baik kami, kebutuhan ini diantar langsung oleh orang Indonesia, Muslim Indonesia. Sampaikan ucapan terima kasih kami kepada rakyat dan Muslim di Indonesia, sampaikan terima kasih kami kepada NGO di Indonesia, sampaikan terima kasih kami kepada pemerintah Indonesia,” lanjut warga Gaza menyampaikan ucapan terima kasih.

Kedatangan Bang Onim di tengah-tengah warga Gaza yang mengalami kesulitan hidup membuat mereka bahagia. Bagaimana tidak? Mereka merasakan kuasa Tuhan untuk menghadirkan bagi mereka juru selamat yang membatu mereka dalam menghadapi kondisi-kondisi sulit seperti saat ini.

“Demi Allah, demi Allah kami bahagia melihat ada orang Indonesia rela mendatangi kami dalam kesusahan dan kesulitan yang menghimpit kehidupan rakyat Palestina di Gaza,” ucap warga Gaza.

Usai menyerahkan, tak berlama-lama Bang Onim dan tim pun naik kendaraan dan segera meninggalkan lokasi karantina.

Mewabahnya Covid-19 di Gaza, hingga kini terdapat 2300 warga Gaza yang terpapar. Kondisi ini semakin menambah luka dan duka warga Gaza. Lantaran selama 14 tahun berlalu mereka hidup dalam blokade dan penjajahan Israel dan hampir setiap hari nyawa warga Palestina terenggut, dan kini ditambah dengan Covid-19 yang menggerogoti langkah perjuangan rakyat Palestina.

Nomor rekening dukungan kemanusiaan untuk rakyat Palestina:

#Syariah Mandiri 7129 5596 88
#BNI Syariah 6900 0090 97
#BNI 6900 0900 89
#BRI 0442 0100 1313 307
#BCA 1656 0095 95
#Syariah Mandiri 7129 5594 75 (Khusus Yatim)
#Syariah Mandiri 7139 7644 92 (Peduli Negeri)

Semua A.n: Nusantara Palestina Center

Konfirmasi: https://bit.ly/callcenterNPC

Info program bantuan Kemanusiaan, Kantor pusat NPC Jakarta. Call Center: 021-8778 8187. Hp/Wa: 0811 99 444 96(NPC).

Aktivitas Sosial Kemanusiaan: www.blog.npc.id/

You might also like