Doha, NPC – Surat kabar Israel Haaretz, pada Rabu (17/12/2025) melaporkan bahwa 15 negara yang diundang dalam pertemuan Doha terkait Gaza tidak mengirimkan perwakilan, di mana salah satu di antaranya adalah negara Azerbaijan.
Azerbaijan memilih tidak menghadiri pertemuan itu dan tidak akan mengirimkan pasukan sebagai bagian dari rencana pembentukan pasukan stabilisasi internasional.
Mengutip seorang sumber diplomatik, Haaretz menyebutkan bahwa dari negara-negara yang diundang ke pertemuan Doha, sebanyak 15 negara absen tanpa mengirim delegasi. Pertemuan tersebut digelar di Doha untuk membahas pembentukan pasukan stabilisasi internasional di Gaza sebagai bagian dari rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Haaretz menegaskan bahwa Azerbaijan termasuk di antara negara yang tidak hadir dalam pertemuan tersebut dan telah menyatakan tidak akan mengirimkan pasukannya untuk bergabung dalam pasukan stabilisasi yang direncanakan.
Amerika Serikat dilaporkan telah mengundang lebih dari 25 negara untuk menghadiri pertemuan yang berlangsung pada Selasa di Doha. Agenda pertemuan mencakup pembahasan struktur komando serta sejumlah isu lain yang berkaitan dengan pasukan stabilisasi tersebut.
Rencana tersebut menargetkan pengerahan pasukan stabilisasi internasional pada awal 2026, seiring dengan meningkatnya tekanan Amerika Serikat terhadap negara-negara mitra agar mendukung rencana tersebut. Menurut sumber sebelumnya, Turki tidak diundang dalam pertemuan itu atas penolakan dari pihak Israel.
Sementara itu, Indonesia sebelumnya menyatakan kesiapan untuk mengerahkan hingga 20.000 personel guna menjalankan misi kemanusiaan di bidang kesehatan dan pembangunan di Gaza. Namun, pelaksanaan rencana tersebut dilaporkan mensyaratkan persetujuan Hamas untuk melakukan pelucutan senjata.
Sementara itu, di tengah gencatan senjata, Israel masih melancarkan serangan ke Jalur Gaza. Lembaga Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mencatat sejumlah fasilitasnya terkena serangan, mengakibatkan korban tewas dan luka-luka di tengah operasi militer Israel yang berlanjut.
Genosida yang dilancarkan Israel yang telah berlangsung selama lebih dua tahun ini dilaporkan telah membunuh lebih dari 70.669 penduduk Palestina, di mana lebih dari 20.000 di antaranya merupakan anak-anak. Ribuan orang lainnya masih dinyatakan hilang dan diduga meninggal dunia.
(T.FJ/S: RT Arabic)