Populasi Penduduk Palestina di Jalur Gaza Turun 6 Persen Sejak Awal Genosida

Gaza, NPC– Berdasarkan laporan Biro Pusat Statistik Palestina (PCBS), yang diterbitkan pada Selasa (21/01/2025), populasi Gaza telah mengalami penurunan sekitar enam persen, atau sekitar 160.000 orang, dengan lebih dari 55.000 orang meninggal dunia dan 100.000 orang yang telah meninggalkan Gaza sejak Israel melancarkan genosida terhadap wilayah tersebut pada Oktober 2023.

PCBS menyatakan bahwa populasi penduduk Palestina di Jalur Gaza telah turun menjadi 2,1 juta orang selama genosida ini, dengan lebih dari satu juta orang, atau 47 persen, merupakan anak-anak di bawah usia 18 tahun.

“Israel telah melancarkan perang agresi brutal terhadap Gaza yang menargetkan segala bentuk kehidupan, manusia, bangunan, dan infrastruktur vital. Seluruh keluarga telah dihapus dari daftar sipil. Kerugian manusia dan material sangatlah mengerikan,” kata PCBS.

Seperti yang dapat diperkirakan, kementerian luar negeri Israel mengklaim bahwa statistik ini adalah rekayasa. Namun, angka tersebut sesuai dengan perkiraan Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA). Pada Juli 2024, OCHA memperkirakan sekitar 2,1 juta warga Palestina masih tinggal di Jalur Gaza.

Laporan dari kantor media pemerintah di Gaza mengonfirmasi bahwa jumlah orang yang hilang sejak awal perang kini sekitar 11.200 orang, dan 1.413 keluarga Palestina telah dihapus dari daftar sipil. Tentara penjajah Israel juga hanya menyisakan satu anggota keluarga yang hidup dari 3.467 keluarga Palestina.

Sejak agresi Israel terhadap Gaza pada 7 Oktober 2023, menurut laporan PBB, serangan udara Israel terhadap wilayah yang diblokade tersebut telah menyebabkan “kehancuran dan kerusakan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah modern”.

Berdasarkan perkiraan PBB, total biaya untuk membangun kembali hal yang telah hancur akibat perang ini mencapai 40 miliar dolar AS, dengan sekitar 37 juta ton puing-puing yang tersebar di seluruh Jalur Gaza, serta lebih dari 70 persen rumah di Gaza rusak atau hancur.

PBB menegaskan bahwa kerusakan di Jalur Gaza sangat besar dan mengerikan, dan sektor pendidikan serta kesehatan hampir sepenuhnya hancur.

Menurut penilaian kerusakan terbaru yang dilakukan oleh Pusat Satelit PBB (UNOSAT), hingga 1 Desember 2024, sekitar 69 persen bangunan di Gaza telah rusak atau hancur, dengan total 170.812 bangunan.

Berdasarkan analisis satelit, para peneliti Amerika, Corey Scher dan Jamon Van Den Hoek, mencatat 172.015 bangunan yang rusak atau hancur di Gaza pada 11 Januari, yang setara dengan 59,8 persen dari total bangunan di wilayah tersebut.

(T.FJ/S: MEMO)

 

You might also like