Israel Serang Sekolah di Jalur Gaza di Saat Anak-anak Sedang Tidur

Gaza, NPC – Pesawat tempur Israel, pada Kamis dini hari (06/06/2024), membom sebuah sekolah yang berafiliasi dengan Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Kamp Nuseirat Jalur Gaza. Serangan ini membunuh puluhan penduduk Palestina, termasuk anak-anak dan perempuan yang sedang terlelap tidur di lantai atas sekolah.

Ribuan penduduk Palestina terpaksa menjadi pengungsi dan mencari tempat perlindungan di sekolah tersebut setelah rumah-rumah mereka dibombardir Israel sejak 7 Oktober 2023 lalu.

Tim medis dan Dinas Pertahanan Sipil menemukan 32 jenazah dari reruntuhan Sekolah Al-Nusairat. Kantor media pemerintah Gaza kemudian mengatakan bahwa sedikitnya 40 orang dibunuh serangan Israel.

Juru bicara Kantor Media Pemerintah Gaza, Ismail Al-Thawabta, mengatakan bahwa sejumlah besar korban jiwa dan korban luka-luka tiba di Rumah Sakit Al-Aqsha di tengah Jalur Gaza.

“Pembantaian mengerikan yang dilakukan oleh penjajah Israel ini adalah bukti nyata adanya genosida, pembersihan etnis terhadap penduduk sipil, termasuk perempuan dan anak-anak serta pengungsi di Jalur Gaza,” kata Ismail Al-Thawabta.

Ismail Al-Thawabta menyebut bahwa jumlah korban jiwa dan korban luka-luka yang memenuhi rumah sakit tiga kali lipat melebihi kapasitas klinis, yang menandakan bencana nyata yang akan menyebabkan meningkatnya jumlah korban jiwa yang lebih besar lagi.

Militer Israel mengklaim telah “menghilangkan” beberapa militan di dalam sekolah UNRWA di daerah Nuseirat di Jalur Gaza tengah. Namun, fotografer AFP mengonfirmasi bahwa sekolah tersebut adalah tempat pengungsian dan tempat berlindung penduduk Palestina.

Israel terus melakukan serangkaian pemboman di seluruh Jalur Gaza. Pesawat perang Israel mengebom sebuah rumah milik keluarga Al-Madani di kamp Nuseirat, yang membunuh enam orang. Pesawat tempur dan artileri Israel juga menyerang sejumlah wilayah di tengah Jalur Gaza, termasuk wilayah di sebelah timur Kamp Al-Bureij dan Al-Maghazi serta kawasan Tal al-Hawa dan Zaytoun di barat daya Kota Gaza.

Pesawat-pesawat tempur dan artileri Israel juga mengebom daerah-daerah di kawasan Rafah Timur dan Tengah. Israel menembakkan artileri ke rumah-rumah penduduk Palestina di sebelah timur kota Al-Qarara, timur laut Khan Yunis di selatan Gaza.

Wartawan Al-Jazeera di Jalur Gaza, Hani Mahmoud, mengatakan sebelum serangan terbaru di Sekolah Al- Nuseirat, bahwa tentara Israel telah membunuh sedikitnya 102 orang selama 24 jam. Pada tanggal 27 Mei, Israel mengebom tenda perkemahan pengungsi di Rafah, yang membunuh 45 orang.

Sejak tanggal 7 Oktober hingga saat ini, dengan dukungan Amerika dan Eropa, tentara Israel masih terus melanjutkan agresi terhadap Jalur Gaza dan juga melakukan serangan di berbagai kawasan di Tepi Barat. Pesawat tempur Israel mengebom kawasan di sekitar rumah sakit, gedung, apartemen, dan rumah penduduk sipil Palestina. Israel juga mencegah dan memblokade masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, pada Selasa (04/06), mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat pemboman Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 lalu telah meningkat menjadi 36.550 orang dan 82.959 lainnya mengalami luka-luka, di mana mayoritas korban korban jiwa pemboman Israel adalah anak-anak dan perempuan. Sekitar 11.000 orang hilang, diperkirakan meninggal dunia di bawah reruntuhan rumah yang dibom oleh Israel.

Sementara itu, berdasarkan laporan pihak berwenang Jalur Gaza dan organisasi internasional, lebih dari 85 persen atau sekitar 1,7 juta penduduk Palestina di Jalur Gaza terpaksa harus mengungsi setelah kehilangan tempat tinggal dan penghidupan akibat pemboman Israel.

(T.FJ/S: The Cradle)

 

You might also like