Gara-gara Bantu Palestina, Amerika Bombardir Yaman, Jumlah Korban Jiwa Meningkat Menjadi 53 Orang

Gaza, NPC – Kementerian Kesehatan Yaman melaporkan bahwa jumlah korban jiwa akibat serangan udara Amerika Serikat ke sejumlah tempat di Yaman, pada Minggu (16/03/2025), telah meningkat menjadi 53 orang dan 98 orang mengalami luka-luka.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Pemerintah “Ansharullah,” Anis Al-Asbahi, bahwa jumlah korban jiwa mencapai 53 orang, termasuk 5 anak-anak (4 perempuan dan 1 laki-laki) serta 2 perempuan. Sementara itu, jumlah korban luka mencapai 98 orang, termasuk 9 anak-anak (6 laki-laki dan 3 perempuan) serta 9 wanita.

Anis Al-Asbahi kembali mengutuk serangan Amerika yang menargetkan penduduk sipil yang tidak bersalah di ibu kota Yaman, Sana’a, dan di sejumlah provinsi seperti Sa’dah, Dhammar, Hajjah, Al-Bayda, Ma’rib, dan Al-Jawf,” dengan 47 serangan udara. Menurutnya, ini adalah eskalasi kejahatan yang sistematis dan pelanggaran berat terhadap hukum internasional serta kedaulatan Yaman.

Pada hari Sabtu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa ia telah mengeluarkan perintah kepada militer Amerika untuk memulai operasi “tegas dan kuat” terhadap kelompok “Ansharullah (Houthi)” yang menguasai bagian utara Yaman.

Trump juga mengimbau Iran untuk menghentikan dukungannya terhadap Houthi dan tidak mengancam “rakyat Amerika dan Presiden mereka”. Pihak Komando Pusat Militer Amerika mengungkapkan bahwa mereka telah memulai operasi besar-besaran melawan Houthi di Yaman untuk melindungi kepentingan Amerika.

Sementara itu, Dewan Politik Tertinggi yang dibentuk oleh kelompok “Ansharullah” mengumumkan pada hari Minggu bahwa mereka akan memberikan balasan “profesional dan menyakitkan” terhadap serangan Amerika, dengan ancaman akan menggunakan langkah-langkah yang lebih berdampak jika serangan udara Amerika tidak dihentikan.

Operasi militer Amerika ini dilakukan setelah kelompok Houthi mengumumkan kesiapan mereka untuk melanjutkan serangan terhadap kapal-kapal Israel di Laut Merah mulai hari Selasa. Sebelumnya, Houthi menghentikan serangan terhadap kapal-kapal tersebut setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan kelompok “Hamas” di Gaza yang diumumkan pada 19 Januari lalu.

Sejak November 2023, Yaman menegaskan bahwa tidak akan berhenti mencegah kapal Israel atau kapal yang menuju ke pelabuhan Israel melalui di Laut Merah, Laut Arab, dan Samudera Hindia, kecuali agresi dan blokade terhadap Palestina dihentikan.

Yaman menyerang semua kapal yang menuju ke Israel, terlepas apapun kewarganegaraannya, dan memperingatkan perusahaan pelayaran internasional agar tidak berurusan dengan pelabuhan Israel. Yaman meyakinkan bahwa semua kapal yang menuju ke pelabuhan di seluruh dunia dapat berlayar dengan bebas, kecuali kapal yang menuju pelabuhan Israel.

Yaman meminta agar blokade Israel dibuka agar bantuan kemanusiaan dan medis dapat masuk sesuai kebutuhan penduduk Palestina yang saat ini masih terus dibombardir Israel. Selama Israel tidak menghentikan agresi di Jalur Gaza dan membuka Jalur Gaza agar bantuan dapat masuk, Yaman akan terus melakukan operasi melawan Israel dan sekutunya.

Operasi Yaman tersebut dilakukan untuk mendukung rakyat Palestina, yang saat ini menjadi sasaran pembunuhan, penghancuran, dan blokade di Jalur Gaza, serta sebagai respons terhadap agresi Amerika-Inggris terhadap Yaman.

Sejak 7 Oktober 2023, dengan dukungan Amerika Serikat, Israel telah melakukan operasi genosida di Jalur Gaza, yang telah membunuh dan melukai lebih dari 160.000 penduduk Palestina, di mana mayoritasnya adalah perempuan dan anak-anak, dengan lebih dari 14.000 orang masih hilang.

(T.FJ/S: RT Arabic)

 

You might also like