Klinik Indonesia Resmi Dibuka di Kamp Pengungsi Sukhneh, Harapan Baru bagi Ribuan Pengungsi Palestina

ZARQA, NPC — Klinik Indonesia di Kamp Pengungsi Sukhneh, Zarqa, Yordania, resmi dibuka pada Senin (20/7/2026). Fasilitas layanan kesehatan spesialis tersebut hadir sebagai hasil sinergi penggalangan dana yang dilakukan oleh Nusantara Palestine Center (NPC), Bang Onim, Willie Salim, dan Ustadz Derry Sulaiman. Kehadiran klinik ini diharapkan mampu memperluas akses layanan kesehatan bagi ribuan pengungsi Palestina yang tinggal di kamp tersebut.

Peresmian klinik dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh penting dari Indonesia maupun Yordania. Hadir dalam acara tersebut perwakilan Kerajaan Yordania yang diwakili oleh Gubernur Zarqa, Dr. Omer Al Sharia, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Kerajaan Yordania dan Palestina Ade Padmo Sarwono, Presidium MAP Jordan Michele El Sayyegh, serta Dewan Pengungsi Kamp Sukhneh.

Dukungan terhadap operasional klinik juga datang dari berbagai institusi nasional dan internasional. Perwakilan Kementerian Kesehatan Yordania, Kementerian Luar Negeri Yordania, UNHCR, UNRWA, OCHA, WHO, Lembaga Tzu Chi Internasional, hingga Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Kairo turut menghadiri peresmian tersebut. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan besarnya perhatian terhadap upaya peningkatan layanan kesehatan bagi para pengungsi Palestina.

Keberadaan Klinik Indonesia dinilai menjadi simbol kuat hubungan diplomatik sekaligus kerja sama kemanusiaan antara Indonesia dan Yordania. Kepala Dewan Kamp Sukhneh, Salameh Al Osaifat, menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat Indonesia yang telah mewujudkan fasilitas kesehatan tersebut.

“Klinik spesialis ini adalah fasilitas yang sangat dibutuhkan dan krusial bagi para pengungsi di Kamp Sukhneh. Hal ini sejalan dengan visi Yordania yang selalu siap menjadi pelayan dan pelindung bagi saudara-saudara kita dari Palestina. Kerja sama kemanusiaan ini lahir karena kesamaan visi kita dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan merawat kehidupan,” ujar Salameh Al Osaifat.

Ia juga menambahkan bahwa model kolaborasi lintas lembaga dan masyarakat tersebut berhasil mengubah kepedulian menjadi manfaat nyata yang berkelanjutan bagi para pengungsi.

“Terima kasih atas keikhlasan yang luar biasa dari rakyat Indonesia,” tuturnya.

Apresiasi serupa disampaikan Gubernur Zarqa, Dr. Omer Al Sharia, yang menilai berdirinya Klinik Indonesia membawa pesan kemanusiaan yang kuat sekaligus mempererat hubungan kedua negara.

“Sedekah dan kepedulian ini bukan sekadar bantuan, melainkan pilar yang ikut membangun negara. Indonesia telah membuktikan diri sebagai pelaku utama dunia, sebuah negara besar yang memiliki keluhuran pada manusia dan bangsanya,” ungkap Dr. Omer Al Sharia.

Dalam penutupan sambutannya, Gubernur Zarqa menyampaikan penghormatan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam program tersebut, mulai dari para pengungsi yang tetap bertahan dalam ketabahan, para donatur yang menginfakkan hartanya, kerja sama kemanusiaan antara Indonesia, Yordania, dan lembaga internasional, hingga penghormatan kepada Indonesia sebagai bangsa yang dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Beroperasinya Klinik Indonesia di Kamp Pengungsi Sukhneh diharapkan menjadi solusi nyata bagi kebutuhan layanan kesehatan spesialis bagi ribuan pengungsi Palestina. Klinik ini ditargetkan memberikan akses pelayanan kesehatan yang layak, cepat, dan gratis, sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi masyarakat Indonesia dalam mendukung misi kemanusiaan di tingkat internasional.

You might also like