Amman, NPC – Malaysia dan Indonesia kembali menegaskan komitmen kuat mereka dalam mendukung Palestina serta menjaga situs-situs suci Islam dan Kristen di Yerusalem. Penegasan ini disampaikan dalam Pertemuan Tingkat Menteri untuk Dukungan Yerusalem dan Situs Sucinya yang berlangsung di Amman, Yordania, awal pekan ini.
Melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri, Malaysia menegaskan bahwa Yerusalem merupakan bagian tak terpisahkan dari Wilayah Palestina yang Diduduki. Kuala Lumpur menolak keras segala bentuk upaya untuk mengubah status hukum, historis, demografis, maupun keagamaan kota tersebut.
Selain mengutuk pelanggaran di Masjid Al-Aqsa dan perluasan permukiman ilegal Israel, Malaysia menyatakan dukungannya terhadap Pengawasan Hashemite Yordania atas situs-situs suci di Yerusalem, serta konsisten mendorong berdirinya negara Palestina merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
Sementara itu, Indonesia mendesak masyarakat internasional untuk bersatu menentang berbagai tindakan Israel di wilayah Palestina, termasuk di Yerusalem Timur dan Masjid Al-Aqsa.
“Indonesia mendesak komunitas internasional untuk mengakhiri sikap diam atas pelanggaran Israel dan tidak membiarkan diri terpecah belah dalam menanggapinya,” tegas Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, dikutip dari kantor berita Antara. “Perpecahan adalah celah yang selalu dieksploitasi oleh Israel.”
Lebih lanjut, Jakarta menyerukan langkah-langkah konkret meliputi:
(T.RA/S: Middle East Monitor)