Genosida Tak Padamkan Mimpi, Siswi Gaza Penyintas Perang Raih Medali Emas Olimpiade Matematika di Brasil

SÃO PAULO, NPC – Di tengah jejak panjang genosida,  seorang remaja Palestina asal Jalur Gaza menorehkan prestasi membanggakan di bidang pendidikan. Tala Mohammed Awad (15), penyintas perang Gaza yang kini menetap di Brasil, berhasil meraih medali emas pada babak kedua Olimpiade Matematika Sekolah Negeri São Paulo (OMASP) 2026.

Keberhasilan tersebut mengantarkan Tala sebagai salah satu siswa terbaik dalam kompetisi matematika tingkat negara bagian São Paulo sekaligus memastikan langkahnya ke putaran berikutnya di tingkat provinsi.

Prestasi Tala menjadi sorotan karena diraih setelah ia dan keluarganya meninggalkan Gaza akibat perang. Setibanya di Brasil, ia harus memulai kehidupan baru dengan mempelajari bahasa Portugis, beradaptasi dengan sistem pendidikan yang berbeda, serta membangun kembali semangat belajar di lingkungan yang sepenuhnya baru. Meski demikian, berbagai tantangan itu tidak menghalanginya untuk mencatatkan prestasi akademik.

OMASP merupakan salah satu ajang akademik bergengsi di negara bagian São Paulo yang diselenggarakan untuk mengasah kemampuan matematika pelajar sekolah negeri sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui kompetisi.

Kepada Middle East Monitor (MEMO), Tala mengaku tidak menyangka mampu membawa pulang medali emas. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan buah dari kerja keras, ketekunan belajar, dan dukungan penuh dari kedua orang tuanya.

“Awalnya saya tidak percaya. Seluruh usaha dan waktu belajar akhirnya membuahkan hasil. Orang pertama yang ingin saya beri tahu adalah ayah dan ibu karena mereka selalu meyakinkan bahwa saya bisa berhasil dalam keadaan apa pun,” ujar Tala.

Bagi Tala, medali emas itu bukan sekadar pencapaian akademik. Sebagai anak Palestina yang pernah merasakan dampak perang dan pengungsian, penghargaan tersebut menjadi simbol harapan bahwa keterbatasan tidak menjadi penghalang untuk meraih masa depan.

Ia mengaku proses adaptasi di Brasil bukan perkara mudah. Kendala bahasa sempat menjadi tantangan terbesar pada masa-masa awal, namun dukungan para guru, teman sekolah, serta keluarganya membuat proses tersebut perlahan dapat dilalui hingga akhirnya mampu berprestasi.

Sementara itu, ayah Tala, Mohammed Awad, menyebut keberhasilan putrinya sebagai momen membahagiakan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa anak-anak Palestina tetap memiliki kesempatan untuk bangkit meski pernah menghadapi pengalaman traumatis akibat perang.

“Kami meninggalkan Gaza dengan membawa rasa takut, kehilangan, dan kenangan yang berat. Hari ini, Tala tidak hanya membawa pulang medali emas, tetapi juga mengembalikan kebahagiaan yang sempat direnggut perang,” katanya.

Meski kini menjalani kehidupan baru di Brasil, keluarga Tala menegaskan tetap menjaga identitas dan akar budaya Palestina. Mereka berharap pencapaian Tala dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak Gaza untuk terus mengejar pendidikan serta mempertahankan harapan di tengah situasi yang sulit.

(T.RS/S:MEMO)

 

You might also like