Yerusalem, NPC – Pemerintah Provinsi Yerusalem mengumumkan rencana pemerintah pendudukan Israel untuk menyetujui proyek pembangunan pusat warisan Yahudi di lokasi bekas Bandara Internasional Yerusalem di kota Qalandia.
Saluran Televisi Israel Channel 7 pemerintah akan menggelar pertemuan pekan depan yang menyetujui proposal dari Menteri Warisan Budaya Amichai Eliyahu untuk mendirikan pusat budaya Yahudi tersebut di bagian utara kota suci.
Dalam pernyataannya pada hari Kamis ((07/05/2026), Pemerintah Provinsi Yerusalem menjelaskan bahwa pusat budaya ini akan dibangun di aula penerimaan bersejarah bandara, yang didirikan selama Mandat Inggris.
Proyek ini bertujuan untuk mengubah lokasi tersebut menjadi pusat warisan budaya, pariwisata, dan pendidikan yang melayani narasi Israel tentang Yerusalem yang diduduki. Bangunan-bangunan bandara lama akan direhabilitasi, termasuk terminal penumpang bersejarah.
Tahap perencanaan proyek akan menelan biaya sekitar 3 juta shekel, yang didanai dari anggaran Kementerian Warisan Budaya Israel tahun 2026, yang sebelumnya telah disetujui.
Sebelum pendudukan Israel atas Tepi Barat dan Yerusalem Timur pada tahun 1967, Bandara Internasional Yerusalem berfungsi sebagai satu-satunya bandara di wilayah Palestina. Israel kemudian merebut bandara tersebut dan mengubahnya menjadi bandara domestik terbatas sebelum menutupnya sepenuhnya pada tahun 2000.
Bandara ini didirikan pada tahun 1920, sementara otoritas Inggris mulai menggunakannya pada tahun 1924. Bandara ini secara resmi dibuka untuk penerbangan reguler pada tahun 1936.
(T.RA/S: PIC)