BAZNAS Perkuat Sinergi Zakat Nasional Lewat Kolaborasi dengan NPC dan IFI

BAZNAS Perkuat Sinergi Zakat Nasional Lewat Kolaborasi dengan NPC dan IFI

Jakarta, NPC — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menerima kunjungan silaturahmi dan studi tiru dari Nusantara Palestina Center (NPC) dan Institute Fundraising Indonesia (IFI) di Kantor BAZNAS, Jakarta, Selasa (29/4). Pertemuan ini membahas strategi penghimpunan dan penyaluran zakat serta penguatan kolaborasi antar lembaga.

Kegiatan tersebut dihadiri Direktur NPC Masri Udin, Manager Program dan Penghimpunan Rivaldy, serta Manager Komunikasi Fachreza. Sementara dari IFI hadir Direktur Sri Sugiyanti dan Manager Partnership Sholahuddin. Rombongan disambut oleh Direktur Penguatan Pengumpulan Nasional BAZNAS Fitriansyah Agus Setiawan, Kepala Divisi Penguatan Pendistribusian dan Pendayagunaan LAZ Tatiek Kancaniati, Kepala Divisi Digital Fundraising Fahrudin, serta tim terkait.

Fitriansyah mengatakan, pertemuan ini menjadi momentum penting untuk berbagi praktik terbaik (best practice) dalam pengelolaan zakat sekaligus memperkuat ekosistem zakat nasional. “Sinergi antar lembaga menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas penghimpunan dan penyaluran zakat agar lebih tepat sasaran dan berdampak luas,” ujarnya.

Diskusi berlangsung interaktif dengan fokus pada strategi digital fundraising, optimalisasi pendistribusian zakat, serta transparansi pengelolaan dana umat. Selain itu, peserta juga bertukar pengalaman terkait pengembangan program pemberdayaan yang berkelanjutan.

NPC sebagai lembaga kemanusiaan yang berfokus pada bantuan darurat, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, serta layanan kesehatan dan pangan, khususnya untuk masyarakat Palestina, menilai kolaborasi ini penting untuk memperluas jangkauan manfaat program. Direktur NPC, Masri Udin, menyebutkan bahwa penguatan kapasitas lembaga menjadi kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya tantangan kemanusiaan global.

Sementara itu, IFI menekankan pentingnya inovasi dalam strategi penghimpunan dana, termasuk pemanfaatan teknologi digital untuk menjangkau lebih banyak donatur. “Transformasi digital menjadi peluang besar dalam meningkatkan partisipasi publik terhadap zakat,” kata Sri Sugiyanti.

Data BAZNAS menunjukkan bahwa potensi zakat nasional mencapai ratusan triliun rupiah per tahun, namun realisasi penghimpunan masih perlu dioptimalkan melalui kolaborasi lintas lembaga dan peningkatan literasi masyarakat.

Melalui pertemuan ini, ketiga lembaga berharap dapat membangun kerja sama yang lebih erat dalam pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel. Kolaborasi ini juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat peran zakat sebagai instrumen pembangunan sosial di Indonesia.

 

You might also like