Gaza, NPC – Tentara penjajah Israel, sebagaimana dilansir MEE, pada Senin (23/03/2026), membombardir sebuah kendaraan polisi di kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza bagian tengah pada Minggu (22/03), membunuh sedikitnya empat penduduk Palestina dan melukai sejumlah lainnya.
Kementerian Dalam Negeri Palestina di Gaza menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan tersebut terjadi saat para petugas kepolisian “sedang menjalankan tugas mereka di kamp Nuseirat”.
Di lokasi lain di wilayah yang terkepung itu, seorang penduduk Palestina meninggal dunia dalam serangan Israel yang menargetkan kerumunan di utara Kota Gaza pada hari ketiga Idul Fitri, yang menandai berakhirnya bulan suci Ramadan. Sejumlah orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka, menurut media setempat.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza menyebutkan sembilan orang telah meninggal dunia akibat serangan Israel sejak awal libur Idul Fitri, dengan 30 orang lainnya mengalami luka. Serangan terbaru ini terjadi di tengah laporan pelanggaran yang hampir terjadi setiap hari sejak kesepakatan gencatan senjata mulai berlaku pada Oktober.
Selama periode gencatan senjata tersebut, pasukan Israel dilaporkan telah membunuh lebih dari 687 orang dan melukai 1.845 lainnya. Sejak dimulainya genosida di Gaza, pasukan Israel disebut telah membunuh lebih dari 72.000 penduduk Palestina di Gaza, serta menghancurkan hampir 80 persen infrastruktur wilayah tersebut.
Pembatasan Penyeberangan Rafah
Sementara itu, pembatasan terhadap bantuan kemanusiaan dan evakuasi medis dari Gaza dalam beberapa hari terakhir semakin diperketat di tengah perang Israel-Amerika Serikat dengan Iran.
Media lokal Palestina melaporkan adanya pengetatan blokade, dengan pergerakan yang sangat terbatas melalui penyeberangan Rafah setelah dibuka kembali pada Kamis (19/03), usai sebelumnya ditutup oleh Israel pada 28 Februari.
Sejak dibuka kembali pada 19 Maret, tidak lebih dari 24 pasien beserta pendampingnya yang berhasil dievakuasi melalui penyeberangan tersebut.
Penyeberangan Rafah merupakan jalur vital bagi penduduk sipil Palestina di Gaza dan distribusi bantuan, namun sebagian besar tetap ditutup sejak pasukan Israel mengambil alih kendali pada Mei 2024. Penyeberangan ini sempat dibuka kembali pada awal Februari sebelum kembali ditutup pada akhir bulan tersebut seiring eskalasi perang dengan Iran.
Penutupan sejumlah jalur utama menuju wilayah itu telah menimbulkan dampak luas, termasuk menghambat penyaluran bantuan kemanusiaan, menghalangi penduduk Palestina kembali ke Gaza, serta menunda ribuan evakuasi medis darurat.
Pada Senin (23/03), pasukan Israel juga dilaporkan menangkap seorang penduduk Palestina yang kembali ke Gaza melalui penyeberangan Rafah, yang disebut sebagai pelanggaran terhadap ketentuan pembukaan kembali jalur tersebut.
(T.FJ/S: MEE)