Safadi: Dunia Jangan Terpaku pada Perang Iran dan Melupakan Penderitaan Rakyat Gaza

Jalur Gaza, NPC – Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi memperingatkan dunia agar tidak membiarkan perhatian pada perang di Iran menggeser perhatian publik dari tragedi kemanusiaan yang masih berlangsung di Jalur Gaza.

Dalam pernyataan yang disampaikan Selasa, (03/032026), Safadi menegaskan tragedi di Gaza belum mereda dan tetap membutuhkan respons serius dunia. Fokus global yang bergeser, kata dia, berisiko membuat penderitaan warga sipil luput dari tekanan politik internasional yang selama ini dibutuhkan.

Ia juga menekankan pentingnya mendorong keseriusan implementasi desain kebijakan yang diajukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait penanganan situasi di Gaza. “Upaya diplomatik harus berjalan seiring dengan langkah konkret untuk meredakan krisis kemanusiaan di lapangan”.

Data terbaru dari sumber medis di Gaza memperlihatkan skala kerusakan yang terus meningkat. Hingga kini, jumlah korban gugur akibat serangan Israel sejak 7 Oktober 2023 telah mencapai 72.116 orang, sementara 171.798 lainnya terluka.

Sumber yang sama menyebut masih ada korban yang tertimbun puing atau tergeletak di jalan karena tim ambulans dan penyelamat kesulitan menjangkau lokasi. Sejak gencatan senjata 11 Oktober lalu, total korban tewas tercatat 631 orang dengan 1.700 korban luka, sementara 753 jenazah telah berhasil dievakuasi. Korban masih terus berjatuhan karena Israel berulang kali melakukan pelanggaran gencatan senjata. .

Selain Gaza, Safadi mengingatkan dunia agar mencermati perkembangan di Tepi Barat. Ia menilai langkah-langkah Israel di wilayah itu bersifat ilegal dan berpotensi menggerus peluang solusi dua negara, yang hingga kini masih dipandang sebagai jalan paling realistis menuju perdamaian yang adil dan komprehensif.

Safadi turut menyoroti pembatasan akses ibadah selama Ramadan, khususnya menuju Masjid Al-Aqsa. Ia menyebut pembatasan terhadap jamaah sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional serta kewajiban Israel sebagai kekuatan pendudukan.

Pernyataan Amman ini menjadi pengingat di tengah kawasan yang terus bergolak: ketika perhatian dunia tersedot ke satu krisis, tragedi lain kerap terpinggirkan, dan Gaza, kata Safadi, tidak boleh menjadi salah satunya.

(T.RS/S:Palinfo)

 

You might also like