Tel Aviv, NPC — Sejumlah perusahaan teknologi di Israel dilaporkan menggunakan perangkat digital canggih untuk meretas sistem digital kendaraan, memantau aktivitas penumpang, serta melacak pergerakan mobil secara real time. Temuan ini terungkap dalam investigasi media Israel, Haaretz, yang dipublikasikan pada Selasa (17/02/2026).
Menurut laporan tersebut, teknologi ini mampu menggabungkan berbagai sumber data guna mengidentifikasi target intelijen di antara puluhan ribu kendaraan yang beroperasi di jalan.
Haaretz melaporkan bahwa sedikitnya tiga perusahaan Israel mengoperasikan sistem bernama CARINT (car intelligence), yang memanfaatkan data dari kendaraan terkoneksi untuk kepentingan mata-mata.
Salah satu perusahaan itu adalah Toka, yang mengembangkan alat bersifat “ofensif” untuk mengakses mikrofon dan kamera mobil. Perusahaan ini didirikan bersama oleh mantan Perdana Menteri Ehud Barak dan mantan kepala siber militer, Yaron Rosen.
Melalui teknologi tersebut, operator dapat memasuki sistem multimedia kendaraan tertentu, menentukan lokasi secara presisi, hingga mengikuti setiap perpindahan kendaraan. Alat itu juga memungkinkan penyadapan percakapan pengemudi lewat sistem handsfree serta pengambilan gambar melalui kamera dasbor maupun kamera eksternal.
Perusahaan lain, Rayzone Group, mengembangkan perangkat pelacakan berbasis data iklan komersial yang tersedia secara daring, bahkan tanpa perlu meretas perangkat. Teknologi ini dipasarkan melalui anak usahanya, TA9, dan diklaim mampu memberikan “cakupan intelijen penuh” terhadap target.
Dengan menganalisis data lokasi serta pola perjalanan, pemerintah atau klien dapat melacak target melalui kartu SIM di kendaraan, sekaligus memantau komunikasi nirkabel dan Bluetooth. Sistem tersebut juga dapat mencocokkan data dengan kamera jalan raya untuk mengidentifikasi plat nomor serta informasi lain yang dimiliki lembaga pemerintah.
Pendekatan ini mencerminkan tren industri intelijen modern yang tidak lagi sekadar mengumpulkan data, tetapi menggabungkannya untuk menghasilkan profil pengawasan yang jauh lebih detail.
Sensor hingga Ban Mobil
Perusahaan ketiga, Ateros, bekerja sama dengan perusahaan saudaranya, Netline Communications Technologies, untuk mengintegrasikan data kendaraan dengan sistem pemerintah.
Produk sinyal intelijen Netline, Onyx, disebut mampu mengumpulkan informasi dari kendaraan yang terhubung ke internet. Bahkan, salah satu sensor yang menopang sistem Ateros ditemukan berada di dalam ban mobil.
Setiap ban memiliki pengenal unik yang terus mengirimkan data tekanan ke prosesor pusat kendaraan, menciptakan “sidik jari” digital yang memungkinkan sistem mengenali mobil tertentu. Kombinasi teknologi ini memanfaatkan kecerdasan buatan untuk fusi data sekaligus pengumpulan informasi.
Sumber industri juga menyebut anak perusahaan siber milik Israel Aerospace Industries, yaitu Elta Systems, tengah mengembangkan produk serupa, meski perusahaan itu menolak memberikan komentar.
Ancaman Baru bagi Privasi
Dalam analisisnya, Haaretz menyoroti bahwa kendaraan modern kini pada dasarnya merupakan “komputer beroda” yang bergantung pada koneksi internet dan seluler agar berfungsi optimal. Meski meningkatkan kenyamanan berkendara, ketergantungan ini juga membuka celah serius terhadap privasi dan bahkan berpotensi menjadi ancaman keamanan nasional.
Temuan ini memicu kekhawatiran baru mengenai batas antara inovasi teknologi dan praktik pengawasan, terutama ketika perangkat yang digunakan sehari-hari dapat berubah menjadi alat intelijen tanpa disadari penggunanya.