Gaza Dihantam Badai, Ribuan Tenda Pengungsi Rusak

Jalur Gaza, NPC – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak penerapan solusi hunian berkelanjutan di Jalur Gaza setelah badai musim dingin merusak ribuan tempat tinggal pengungsi. Desakan ini disampaikan di tengah berlanjutnya serangan Israel dan pembatasan yang menghambat operasi kemanusiaan di wilayah tersebut.

Juru bicara PBB, Farhan Haq, Selasa, 20 Januari 2026, mengatakan bahwa operasi kemanusiaan di Gaza tetap berjalan meski menghadapi hambatan harian. Mengutip Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), Haq menyebut badai yang melanda pekan lalu berdampak pada sedikitnya 80 lokasi pengungsian di seluruh Gaza.

“Setidaknya 4.000 unit hunian keluarga rusak atau hancur akibat badai,” kata Haq dalam konferensi pers di Markas PBB. Ia menambahkan, lebih dari 660 keluarga telah menerima bantuan darurat berupa makanan, tenda, dan terpal.

Menurut Haq, kondisi ini menegaskan kebutuhan mendesak akan solusi hunian jangka panjang. PBB, kata dia, menilai perbaikan rumah yang rusak, pembersihan puing-puing untuk membuka lahan baru, serta pemulihan sistem air dan sanitasi harus segera dilakukan agar warga sipil dapat bertahan di tengah krisis yang berkepanjangan.

Situasi kemanusiaan di Gaza kian memburuk setelah militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi baru. Haq mengatakan Israel menjatuhkan selebaran di wilayah Bani Suheila dan Khan Younis bagian timur—daerah yang berada di sebelah timur garis yang disebut “yellow line”—yang memerintahkan warga untuk segera mengungsi.

OCHA memperkirakan lebih dari 400 keluarga masih berada di kawasan tersebut. “Warga sipil harus selalu dilindungi dan diberi akses untuk mengungsi dengan aman. Mereka juga harus diizinkan kembali ke tempat tinggalnya ketika kondisi memungkinkan, jika mereka menghendakinya,” ujar Haq.

Di lapangan, warga Palestina yang terusir dari rumahnya berjuang menjalani kehidupan sehari-hari di antara puing-puing bangunan. Di Jabalia, Gaza Utara, keluarga-keluarga bertahan di tenda darurat di tengah cuaca dingin, sementara kebutuhan dasar seperti air bersih, sanitasi, dan perlindungan layak kian sulit dipenuhi akibat berlanjutnya serangan Israel.

(T.RS/S:MiddleEastMonitor)

 

You might also like