Sekjen MUI Tegaskan Nasionalisme dan Solidaritas Palestina di Launching LAZNAS NPC

Jakarta, NPC – Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buya Dr. H. Amirsyah Tambunan, MA menegaskan komitmen nasionalisme dan solidaritas kemanusiaan terhadap Palestina dalam acara Grand Launching Nusantara Palestina Center (NPC) sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS). Kegiatan tersebut digelar di Ballroom Hotel Grand Mercure, Jakarta, Selasa (6/1/2026).

Dalam sambutannya, Buya Amirsyah menyampaikan apresiasi atas resmi beroperasinya NPC sebagai LAZNAS berskala nasional. Ia menilai kehadiran LAZNAS NPC sebagai bagian penting dari penguatan filantropi Islam yang sejalan dengan nilai kebangsaan dan kemanusiaan.

“Saya setia dengan nasional dan isu Palestina. Saya ucapkan selamat atas launching sebagai bagian dari filantropi dan resmi memperoleh izin sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional,” ujar Buya Amirsyah di hadapan ratusan undangan.

Buya Amirsyah juga menekankan makna historis dan moral dari nama Palestina yang diusung NPC. Menurutnya, dukungan terhadap Palestina bukan hanya isu kemanusiaan global, tetapi juga memiliki ikatan sejarah dengan Indonesia.

“Nama Palestina itu menunjukkan kecintaan kita pada Palestina, karena yang pertama kalinya mendukung kemerdekaan Indonesia adalah Palestina,” katanya.

Selain aspek sejarah, Sekjen MUI menegaskan bahwa rasa kemanusiaan harus menjadi fondasi utama gerakan filantropi.

“Rasa kemanusiaan itu harus kita munculkan dari hati yang paling dalam, karena manusia itu pada dasarnya memiliki rasa kemanusiaan,” tambahnya.

NPC resmi memperoleh izin sebagai LAZNAS pada 2 Desember 2025 berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 1757 Tahun 2025. Surat keputusan tersebut sebelumnya diserahkan secara simbolis oleh Direktur Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag, kepada Ketua Dewan Pembina NPC, Abdillah Onim, dalam agenda Public Expose Zakat Desember 2025.

Grand launching ini menjadi momentum konsolidasi kemanusiaan yang strategis dengan menghadirkan sekitar 300 tamu undangan. Hadir dalam acara tersebut perwakilan Kementerian Agama, tokoh agama nasional, mitra lembaga filantropi, serta jejaring mitra besar NPC.

Ketua Dewan Pembina NPC, Abdillah Onim atau yang akrab disapa Bang Onim, menegaskan bahwa pengukuhan sebagai LAZNAS bukan sekadar peresmian administratif. Menurutnya, status ini merupakan deklarasi kesiapan NPC untuk mengelola dana umat secara profesional, transparan, dan akuntabel di tingkat nasional.

“Alhamdulillah, izin LAZNAS ini menjadi dorongan besar bagi kami untuk memperkuat program pendidikan, kesehatan, dan bantuan kemanusiaan. Kami berkomitmen bekerja lebih profesional dan terukur,” ujarnya.

Bang Onim menambahkan, dengan dukungan legalitas dari Kementerian Agama, LAZNAS NPC akan mengintegrasikan program bantuan untuk Palestina dengan pemberdayaan masyarakat di Indonesia. Langkah ini dilakukan agar dana zakat, infak, dan sedekah tersalurkan tepat sasaran sesuai syariat dan regulasi yang berlaku.

Sementara itu, Direktur Eksekutif NPC, Masri Udin, menyebut transformasi NPC menjadi LAZNAS sebagai amanah besar dari masyarakat.

“Semoga dengan transformasi ini, LAZNAS NPC bisa berkontribusi bagi Indonesia dan menjadi mitra pemerintah dalam pelayanan sosial bagi mereka yang membutuhkan,” katanya.

Dari pihak pemerintah, Kasubdit Kelembagaan dan Informasi Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Abdul Fattah, berharap NPC dapat menjaga amanah sebagai LAZNAS nasional. Ia menekankan pentingnya perluasan manfaat zakat yang selaras dengan agenda pembangunan nasional.

“Kami berharap NPC bisa memperluas manfaat zakat yang sejalan dengan astacita dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat bawah,” ujarnya.

Sebelum berstatus LAZNAS, NPC telah berdiri secara resmi sejak 8 Maret 2018 sebagai lembaga filantropi yang fokus pada isu kemanusiaan di Palestina dan Indonesia. Didirikan oleh Abdillah Onim, NPC telah memfasilitasi ratusan ribu transaksi donasi yang disalurkan melalui program edukasi, charity, pemberdayaan, dan tanggap darurat.

Dengan pengukuhan sebagai LAZNAS nasional, NPC menargetkan penyusunan roadmap jangka panjang serta penguatan kolaborasi lintas lembaga, guna memperluas dampak zakat dan bantuan kemanusiaan bagi Palestina dan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan.

 

You might also like