NPC Salurkan Bantuan Medis untuk Gaza dan Tepi Barat, Proyek Capai Tahap Akhir

Gaza, NPC – Nusantara Palestina Center (NPC) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung sektor kesehatan Palestina melalui penyaluran obat-obatan dan bantuan medis lainnya untuk Gaza serta wilayah Yerusalem Tepi Barat.

Penyaluran dilakukan bekerja sama dengan Asosiasi Markaz ‘Ilmi Khairiyah, Palestina, sebagai pelaksana lapangan. Proyek ini berlangsung pada Oktober 2025 bertepatan dengan Rabi‘ Ats-Tsani 1447 H.

NPC menyampaikan bahwa bantuan obat-obatan secara keseluruhan masih berada pada tahap terakhir penyelesaian. Namun, distribusi tahap awal telah dilakukan oleh Unit Palestina Care ke sejumlah fasilitas kesehatan yang sangat membutuhkan.

“Tim kami sudah memulai penyaluran, sementara beberapa paket bantuan medis masih menunggu finalisasi sebelum dikirimkan,” ujar perwakilan NPC dalam laporan resmi proyek medis tersebut.

Proyek kesehatan ini muncul sebagai respons atas situasi kritis di Gaza, di mana sistem layanan kesehatan hampir kolaps akibat agresi dan pengepungan berkepanjangan. Kelangkaan obat-obatan esensial, termasuk obat bius untuk kebutuhan pembedahan, menjadi salah satu permasalahan utama di lapangan. Selain itu, banyak rumah sakit berhenti beroperasi karena kerusakan infrastruktur, sementara fasilitas yang masih berfungsi bekerja jauh melampaui kapasitas.

Menurut laporan tim, terdapat pula hambatan serius dalam memasukkan bantuan medis ke Gaza, terutama ke wilayah utara, yang memperumit proses pendistribusian.

“Kondisi ini membuat dukungan internasional, termasuk dari Indonesia melalui NPC, menjadi sangat penting untuk menopang layanan kesehatan yang tersisa,” kata koordinator lapangan di Gaza.

Pelaksanaan proyek dilakukan melalui pendekatan kolaboratif antara NPC dan Asosiasi Markaz ‘Ilmi Khairiyah, dengan menyasar sejumlah pusat layanan kesehatan utama di Gaza, yakni Palang Merah Palestina, Rumah Sakit Al-‘Awda, Rumah Sakit Arab Ahli (Baptist Hospital), dan Pusat Medis Palestina.

Dukungan yang diberikan meliputi pengadaan peralatan medis penting, termasuk perangkat ultrasonografi dan alat wajib lainnya; penyediaan perlengkapan serta bahan medis habis pakai yang sebagian besar diperoleh dari pasar lokal akibat ketatnya hambatan impor; serta pendanaan layanan operasi bedah untuk membantu mengurangi daftar tunggu pasien yang sudah menumpuk lebih dari satu tahun karena tenaga medis terfokus pada penanganan kondisi darurat.

Dalam pencapaiannya, program ini berhasil memberikan dukungan signifikan bagi Palang Merah Palestina melalui penyediaan perangkat Ultrasound Echo Doppler, pembiayaan 80 operasi bedah, termasuk operasi hernia pada anak dan dewasa, hernia umbilikalis, operasi laparoskopi, pengangkatan kantung empedu, operasi caesar darurat, serta berbagai layanan kebidanan, serta pengadaan perlengkapan dan bahan medis habis pakai. Selain itu, Pusat Medis Palestina juga menerima bantuan berupa perlengkapan medis khusus yang digunakan untuk mendukung layanan perawatan luka, luka bakar, dan kaki diabetik, yang merupakan salah satu kebutuhan paling mendesak di fasilitas kesehatan tersebut.

NPC menegaskan bahwa tahap akhir penyusunan paket obat-obatan akan segera rampung sehingga distribusi dapat dilanjutkan tanpa hambatan berarti.

“Kami berkomitmen memastikan setiap bantuan sampai pada fasilitas yang benar-benar membutuhkan, sesuai amanah para donatur,” ujar perwakilan NPC.

Program medis ini menjadi salah satu intervensi krusial yang mendukung keberlangsungan layanan kesehatan di Gaza yang kini berada dalam situasi darurat. NPC melalui Palestina Care berjanji akan terus memperbarui informasi perkembangan proyek agar publik dan donatur mendapatkan laporan yang transparan dan akuntabel.

 

You might also like